AMC / 12 Januari 2011 -Penghasilan masyarakat Lubuk Basung yang kebanyakan petani dan tukang ojek tidak sesuai lagi dengan harga kebutuhan pokok terus melonjak terutamanya cabe dan beras.
Hal ini disampaikan anto (30) tukang ojek dan PNS rendahan di kantor Bupati Agam saat di komfirmasi wartawan. Selasa (12/1) Kata dia selama tiga bulan terakhir harga kebutuhan pokok sangat tidak seimbang dengan penghasilan sehingga uang yang didapat tiap bulan tidak mencukupi untuk kebutuhan, harus ada uang tambah.
"penghasilan saya tidak sesuai lagi dengan harga kebutuhan pokok dikarenakan terus melonjak terutama cabe dan beras, sedangkan penghasilan pas-pasan"ulasanya.
Dilain pihak ayang (35) seorang ibu rumah tangga juga mengeluhkan harga kebutuhan pokok, terutamanya cabe, beras dan kebutuhan dapur yang lainya, untuk pergi belanja kepasar biasanya dia memba uang kepasar Rp50.000 bisa membawa bahan pokok pulang dengan cukup tapi sekarang harus membawa uang lebih unuk bebelanja itupun harus dicukup-cukupi.
Erna (43) seorang pedagang kebutuhan pokok dipasar tradisional balai selasa membenarkan dengan kenaikan harga kebutuhan pokok emang tidak sesuai lagi dengan penghasilan, sehingga mengakibatkan omsetnya turun karena para pembeli harus benar-benar memilih barang yang dibutuhkan.
Harga kebutuhan pokok seperti cabe di pasar tradisional balai selasa Rp50.000/kg, beras Rp11.000/kg beras danau biasanya Rp7.000/kg, telur
ayam bras Rp31.000/lapiak biasa Rp26.500 dan sayur bisa mencapai Rp3000 satu ikat, kenaikan ini disebabkan cuaca estrim yang mengakibatkan gagal panen petani. ulasnya mengakhiri.(tim agammediacenter)
Penghasilan Masyarakat Lubuk Basung Tidak seimbang dengan Harga Kebutuhan
Written By irwandi chaniago on Wednesday, January 12, 2011 | 1/12/2011 10:28:00 AM
Labels:
Berita
Beranda