AMC / Rabu 12 Januari 2011 -Tak henti-hentinya petani keramba merugi, musibah di Danau Maninjau kecamatan tanjung raya terjadi lagi, puluhan ton ikan petani mati secara mendadak senin (10/1). Kejadian yang sama juga pernah terjadi dengan kerugian Rp. 24 Milyar setelah ribuan ton ikan mengapung sekitar 2 bulan yang lalu.
Musibah seolah-olah tak akan mau pergi dari danau maninjau. Hingga saat ini kematian ikan masih diteliti. Petani ikan kembali mengalami kerugian. Ikan yang mati tersebar pada beberapa jala apung. Tiga daerah terparah masing-masing, Pasar Maninjau, Linggai dan Pasar Rabaa.
Kematian ikan menjalar seperti virus, kemungkinan akan berlanjut ketempat lain seperti Muko-muko Tanjung Sani “ ujar sabar petani keramba selasa (11/1). Kejadian ini menyakitkan bagi petani ikan keramba, karena belum lama ini kembali di isi sudah terjadi lagi kematian terhadap ikan-ikan keramba.
Ikan yang mati dalam jumlah besar ini berjarak dalam beberapa bulan saja dengan kejadian sebelumnya. Terakhir terjadi antara 4-8 Nopember 2010. Tercemarnya Danau Maninjau dengan kejadian ini tidak hanya merugikan masyarakat Tanjung Raya tetapi juga daerah lain seperti Lubuk Basung kata anggota DPRD Agam Helmon Dt.Hitam.
Dengan matinya ikan dalam jumlah besar juga berdampak pada turunnya harga ikan di pasar-pasar rakyat seperti Pasar Balai Selasa, Pasar Lubuk Basung, yang ditemukan kemaren. Biasanya ikan jenis majalaya dijual Rp. 14 ribu perkilonya, kemaren ada pedagang yang menjualnya Rp. 4 ribu sampai dengan Rp. 5 ribu perkilonya.
ikan dijual sangat murah dikarenakan untuk menghidari kerugian yang lebih besar, pungkas roni penjual ikan di Balai Selasa.
( Agam Media Center )
MUSIBAH DATANG LAGI PETANI IKAN JADI MERUGI
Written By Hendra Kasmar,A.Md on Wednesday, January 12, 2011 | 1/12/2011 11:57:00 AM
Labels:
Berita
Beranda