
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Agam,
mengadakan upacara HUT Pemadam Kebakaran Nasional ke-95 di halaman
kantor bupati setempat, Senin (3/3).
Selain
anggota Pemadam Kebakaran (Damkar) juga diikuti oleh anggota Satpol PP,
Satlinmas, Tagana, Pramuka, Polhut, relawan PMI, TNI dan anggota Polres
Agam.
Bupati Agam Indra Catri dalam membacakan sambutan tertulis Menteri
Dalam Negeri mengatakan, tanggal 1 Maret merupakan hari bersejarah bagi
pemadam kebakaran yang dahulu dikenal dengan nama Brandweer dikenal
sejak tahun 1909, yang telah memberikan pelayanan umum kepada masyarakat
dalam bidang pemadam kebakaran dan melakukan penyelamatan terhadap
korban kebakaran dan bencana lainnya dibumi nusantara.
"Sejarah mencatat, bahwa tanggal 1 Maret ini, sebagai Hari Pemadam
Kebakaran dimana pada waktu itu diawali pemberian plakat penghargaan,
plakat tertulis pada ulang tahun ke 10 dari masyarakat Betawi, terhadap
Brandweer Batavia pada tanggal 1 Maret 1919, atas penyelamatan korban
jiwa atas kebakaran besar yang terjadi di Kampung Melayu Jatinegara,
Jakarta, "ujarnya. Disisi lain, adapun pengalaman selama ini, peristiwa kebakaran cendrung semakin meningkat pada kawasan pemukiman yang padat penduduknya, sehingga membawa dampak ekonomi, teknis, dan psikologis yang besar.
Oleh karena itu, bupati mengajak masyarakat agar sadar akan keseimbangan
lingkungan dan pentingnya beradaptasi dengan perubahan iklim. "Kita
diminta untuk memperhatikan keseimbangan alam guna mencegah bencana
dalam rangka mencapai kualitas hidup yang lebih baik dan penurunan emisi
gas rumah kaca, " kata bupati mengakhiri sambutan Mendagri. 
Setelah upacara berlangsung, BPBD Agam melakukan simulasi pemadaman api dengan menggerahkan beberapa unit mobil
Damkar dan melibatkan puluhan personil BPBD Agam. Tampak puluhan
personil yang dikenal dengan motto 'Pantang pulang sebelum api padam' ini
sangat cekatan melalukan proses pemadaman api dan menyelamatkan warga
yang terperangkap di dalam rumah yang disiapkan untuk objek simulasi. (IF/AMC)
