Ketua Kwarcab Gerakan Pramuka Agam, Drs. Martias Wanto, MM, menegaskan, setiap anggota pramuka harus bertanggung jawab terhadap apa yang telah di perbuat, jangan lari, jangan lempar batu sembunyi tangan, harus konsekuen dan jangan takut dengan tantangan.
Penegasan yang berisikan tantangan tersebut disampaikan dihadapan anggota pramuka Siaga, Penggalang, Penegak, Pembina Gudep dan Pengurus Kwarran pada saat memberikan sambutan pada acara pelantikan Pengurus Kwarran Gerakan Pramuka Kwarran Tanjung Mutiara di halaman MTSN Tiku.
Lebih jauh Martias Wanto mengingatkan, kode kehormatan pramuka dalam bentuk Tri Satya (Satya Pramuka) dan Dasa Darma (Darma Pramuka) merupakan janji dan komitmen diri serta ketentuan moral pramuka dalam pendidikan kepramukaan, .
Kepada pengurus Kwarran Tanjung Mutiara yang baru saja dikukuhkan dan dilantik, Martias Wanto berharap agar segera menyusun program kerja dan menjalankan tugas-tugas kepramukaan secara baik dan bijaksana sesuai dengan tuntutan perkembangan zaman dan peraturan yang berlaku.
“Dengan diberlakukannya Undang-Undang Nomor 12 tahun 2010 tentang Gerakan Pramuka, kegiatan pramuka di sekolah dan madrasah bukan lagi termasuk dalam kelompok kegiatan pilihan, tetapi sudah menjadi program wajib yang dilaksanakan dalam bentuk kegiatan ekstra-kurikuler,” tegas Martias Wanto.
Hadir pada acara pelantikan ini dari jajaran Pengurus Kwarcab Agam Deni Sastra Yuza, Khairul Koto, S. Sos, Elvie Gusra, Bambang Suprapto, Agustinar, Yusnidar Andan, Yusniar Anas, Ketua dan Anggota DKC, Camat, Kapolsek dan Koramil serta Kamabigus se Kecamatan Tanjung Mutiara.(Tim AMC)
