Kecamatan
Palupuah, Kabupaten Agam, yang terkenal dengan Objek Wisata Bunga
Raflesia dan Coffee Luwaknya, namun saat ini timbul lagi objek yang
mampu menarik minat wisatawan untuk tetap bergulir di wilayah tersebut.
“Objek
yang dimaksud beberapa air terjun atau sarasah di kawasan tersebut, seperti Sarasah Nyiak Sabi, Sungai Guntuang, Sariak
Laweh, Sarasah Pagadih, banyak lagi objek wisata lainnya yang belum
diketahui masyarakat secara umum, seperti dikatakan salah seorang pemuda
Palupuah Harry Febry, Senin (19/6) di Lubuk Basung.
Dikatakannya,
karena Palupuah merupakan kecamatan yang kaya akan nuansa alamnya, maka Kelompok
Pecinta Alam (KPA) "Sarasah Palupuah" yang baru dibentuk langsung mensurvey salah satu sarasah, yaitu Sarasah Nyiak Sabi, yang berlokasikan di Jorong Angge Palimbatan.
Selain itu, KPA juga melakukan peninjauan objek wisata air terjun Sarasah Bajubah, yang terletak di Jorong
Tunggua Banio Bateh Rimbang, Nagari Nan Tujuah.
“Sarasah
tersebut terdiri dari tiga tingkat, untuk mencapai lokasi tim expedisi
harus menyisiri aliran sungai, dan memakan
jarak tempuh lebih kurang satu jam perjalanan, dengan jarak tmpuh sekitar 13 kilometer,” ujarnya.
Ia
menyebutkan, dua kilometer menuju lokasi, tim berjalan melewati jalan
setapak, dengan medan yang cukup menantang, dan dimanjakan dengan
merdunya kicauan burung dan deruman aliran air sungai.
Lebih
lanjut Harry menyebutkan, KPA Sarasah Palupuah itu baru didirikan
beberapa waktu lalu oleh inisiator diantaranya, Ketua KNPI Kecamatan
Palupuah, Polsek Palupuah, Wali Jorong Paninggiran Ateh, dan pihak
kecamatan.
“Kelompok
pecinta alam ini dibentuk untuk merintis pesona alam Palupuah, serta
memperkenalkan beberapa objek wisata alam yang tersembunyi, mungkin saja
sudah ada namun belum terkelola dengan baik,” ujarnya menjelaskan.
KPA
memiliki 20 anggota tangguh, yang siap menggali potensi-potensi yang ada
di Kecamatan Palupuah, seperti sarasah, potensi yang tidak bisa terpisahkan
dari alam Palupuah. (Tam/AMC)
Beranda