Rahma Yulis, Penyuluh Agama Islam Fungsional (PAIF) asal Kecamatan Candung wakili Kabupaten Agam ke tingkat Provinsi Sumatera Barat.
Wakil Kabupaten Agam dalam lomba PAIF tingkat Provinsi Sumbar tersebut dinilai oleh Ketua Penilai Maswar. Penilaian itu juga dihadiri Bupati Agam Indra Catri, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Agam Hendri dan beberapa kepala SKPD terkait, Selasa (14/4).
Menurut Maswar, Penyuluh Agam Islam Fungsional adalah tenaga lapangan yang sangat potensial untuk membina umat, agar dapat memahami dan mengamalkan ajaran Agama Islam dengan baik dan benar serta konsisten dalam beragama.
"Sebagai langkah pembinaan, Kementerian Agama Provinsi Sumatera Barat menurunkan tim penilai ke beberapa daerah kabupaten dan kota di Sumbar. Tujuan dari penilaian penyuluh teladan ini adalah untuk membina dan meningkatkan kompetensi penyuluh agama," katanya.
Terkait hal itu, Maswar menambahkan, selain Kabupaten Agam juga ada lima kabupaten dan kota lainnya yang dinilai antara lain, Kota Bukittinggi, Kabupaten Sijunjung, Kota Payakumbuh, Kabupaten Tanah Datar dan Kota Padang.
"Salah satu penyuluh teladan terbaik dari enam daerah ini, akan mewakili Provinsi Sumbar ke tingkat nasional nantinya. Untuk itu, kita akan menilai dengan selektif karena ke enam daerah ini sama-sama terbaik," terangnya.
Sementara itu, Bupati Agam Indra Catri, turut mengapresiasi dan berbangga kepada penyuluh di Kabupaten Agam khusus untuk Rahma Yulis yang terpilih sebagai penyuluh Agama Islam fungsional teladan mewakili Kabupaten Agam ke tingkat provinsi.
"Ini salah satu bukti nyata dari hasil kinerja yang dilakukan para penyuluh di Kabupaten Agam. Tentunya tidak mungkin bisa berjalan dengan sendirinya tanpa dukungan dan dorongan dari seluruh elemen masyarakat untuk mensyiarkan dan memperkokoh landasan syariat Islam," kata Indra Catri.
Rahma Yulis dalam eksposnya mengatakan, pelaksanaan penyuluhan dan bimbingan awalnya berdiri sebanyak 23 kelompok binaan seperti Majelis Taklim, namun hingga sekarang sudah terbentuk menjadi 43 kelompok.
"Lalu, kegiatan yang dilaksanakan adalah dalam bentuk pembelajaran dan tausiyah agama, kultum, belajar agama, praktek ibadah, dialog interaktif tengan keluarga sakinah, pembinaan bagi PKK nagari, safari dakwah bagi remaja masjid, dan memberikan informasi yang berkaitan dengan permasalahan anak dan keluarga," jelasnya. (IF/AMC)
Beranda