Peningkatan industri tenun di berbagai daerah di Indonesia merupakan upaya penting guna melestarikan warisan budaya bangsa sekaligus kebanggaan yang mencerminkan jati diri bangsa Indonesia.
Tenun merupakan salah satu karya budaya yang diproduksi di berbagai wilayah di seluruh Nusantara. Menurut Sekretaris Direktur Jenderal Kementerian Perindustrian RI, Busharmaidi, tenun memiliki makna, nilai sejarah, dan teknik yang tinggi dari segi warna, motif, dan jenis bahan atau benang yang digunakan dan memiliki keunikan ditiap daerah.
"Untuk itu kami sangat mengapresiasi atas keseriusan dan kegigihan masyarakat Kabupaten Agam khususnya Kamang Magek dalam rangka penumbuhan wirausaha baru tenun berbasis hak kekayaan intelektual untuk meningkatkan pendapatan ekonomi keluarga," katanya saat menyerahkan bantuan 20 unit alat tenun senilai Rp280 juta dan pembukaan pelatihan tenun songket rawang, Selasa (14/4).
Menurutnya, bantuan yang diberikan salah satu reward untuk mendorong masyarakat agar terus melestarikan budaya bordiran di Indonesia. Ini sebagai bentuk peningkatan kemandirian ekonomi serta bisa membuka lapangan pekerjaan baru.
"Apalagi di Kabupaten Agam dikenal sebagai lumbungnya kerajinan tangan di Sumatera Barat, diantaranya, sulaman tangan, kerajinan emas, perak, kuningan dan kerajinan tangan lainnya yang sudah me-nasional," katanya.
Terkait pelatihan yang diberikan selama 30 hari itu, Maswar menyebutkan, ini guna meningkatkan sumber daya manusia perajin terhadap nilai tambah yang diberikan agar motif kain tenun mampu mengikuti perkembangan zaman dan menyesuaikan keinginan konsumen pada masa kini.
Sebelumnya, Pemerintah Kabupaten Agam mendorong upaya pelestarian industri produksi tenun songket untuk menjaga keberadaan produk khas daerah sekaligus dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi masyarakat Kabupaten Agam.
"Para perajin songket diharapkan konsisten dan bersungguh-sungguh selama mengikuti pelatihan. Khusus terhadap alat tenun yang dibagikan harus dipelihara dan dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya secara berkelanjutan," katanya.
Menurut Indra Catri, bordiran prospek perekonomian baru masyarakat, kearifan lokal pun sudah ada. "Untuk itu saya yakin wirausaha baru tenunan ataupun bordiran bisa berkembang di Kabupaten Agam, seiring adanya pelatihan dan penggunaan teknologi baru untuk peningkatan kualitas produksi," kata bupati.
"Khusus sekali tentunya juga tidak lepas dari perjuangan kepala dinas yang lama Hadi Suryadi atas kepeduliannya terhadap perkembangan kerajinan songket di Agam," katanya. Usai acara tersebut, Bupati Agam bersama Sekretaris Direktur Jenderal Busharmaidi melanjutkan peninjauan lokasi kelompok perajin bordiran. (IF/AMC)
Beranda