Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Agam, mewujudkan kesejahteraan masyarakat dengan cara memberantas, memutus garis kemiskinan melalui peningkatan kesadaran masyarakat pentingnya pendidikan dalam kehidupan.
Hal itu disampaikan Sekretaris Daerah Kabupaten Agam Syafirman saat menutup kegiatan pengurangan pekerja anak dalam rangka mendukung keluarga harapan Kabupaten Agam di aula utama Kantor Bupati Agam, Kamis (19/6).
Salah satu bentuk kegiatan yang telah dilaksanakan di Kabupaten Agam, seperti, kegiatan pengurangan pekerja anak dalam rangka menuju program keluarga harapan, dengan pendampingan pekerja anak selama 30 hari di shelter mendapatkan pembinaan dengan materi akademis, non akademis dan pemberian motivasi.
Setelah selesai masa pendampingan pelatihan di shelter, kini saatnya memikirkan tentang pendidikan yang akan mereka lalui, dengan menyalurkan ke pendidikan formal dan non formal sesuai dengan minat dan bakat mereka, sehingga mereka betul-betul merasakan mendapatkan hak-hak seperti bermain beristirahat, bersosialisasi dan bersekolah sesuai dengan amanat Undang-undang No.23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak.
"Marilahlah bersama menjadi pelopor bagi pendidikan mereka, karena tanggung jawab pendidikan mereka merupakan tanggung jawab semua warga negara yang baik untuk mewujudkan terlaksananya program keluarga harapan di Kabupaten Agam nantinya," kata Syafirman.
Syafirman berharap kepada seluruh anak-anak yang mengikuti kegiatan ini, amalkanlah semua ilmu yang didapat selama pendampingan di shelter, agar bisa bermanfaat untuk memperbaiki masa depan dan meraih impin.
Sementara, Sekretaris Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Agam Khairuddin melaporkan, tujuan kegiatan ini untuk memutus siklus kemiskinan melalui program pemgembalian pekerja anak yang berusia 9 sampai 17 tahun. Mereka berasal dari Rumah Tangga Sangat Miskin (RSTM).
Sasaran kegiatan ini anak yang berusi 9 sampai 17 tahun, putus sekolah atau tidak melanjutkan sekolah, bekerja pada pekerjaan tertentu dan berasal dari RSTM.
Peserta berjumlah 60 orang yang dibagi menjadi 2 shelter dengan nara sumber atau pendamping tutor yaitu guru, tenaga yang sudah terlatih dan Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) seperti, Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga, Dinas Kesehatan, Kemenag Agam dan Polres Agam.
Pendampinggan dilaksanakan selama 30 hari mulai (22/5) sampai (19/6) dengan materi akademis, non akademis dan pemebrian motovasi. Fasilitas yang disediakan yaitu akomudasi, konsumsi, alat-alat tulis, tas, buku pelajaran, pakaian olahraga dan uang saku selama 4 bulan masing-masing Rp250.000 per anak.
Disdikpora berikan motivasi dan rekomendasi untuk kembali ke sekolah, Kantor Kemenag berikan rekomendasi malanjutkan pendidikan ke pondok pesantren, Baznas Agam memberikan bantuan penyediaan pelatih silat beserta pakainnya dan paket perlengkapan sekolah, Dinas Kesehatan memberikan pelayanan kesehatan dan paket pengobatan selama pendampinggan, Kepolisian memberikan pembinaan tentang bahaya narkoba.
Yayasan Stikes Ceria Buana selama 30 hari menyediakan fasilitas tempat dan pemondokan terhadap peserta, bantuan dari CSR PT AMP Plantation.
Dari 60 anak tersebut selanjutnya difasilitasi untuk melanjutkan ke pendidikan formal seperti SD sebanyak 7 orang, SMP 2 orang, MTsN 2 orang, pondok pesantren 6 orang, SMA 3 orang dan SMK 3 orang.
Sedangkan 37 orang lagi ke pendidikan non formal seperti, Paket A sebanyak 26 orang, Paket B sebanyak 9 orang, Paket C sebanyak 1 orang dan mengikuti program pemberantasan buta aksara atau KF sebanyak 1 orang.
Diakhir acara Sekda Agam menyerahkan sertifikat secara simbolis kepada peserta yang mengikuti pendampingan ini, menyerahkan perlengkapan sekolah dan dari PT AMP Plantation menyerahkan sepeda secara simbolis kepada Pemerintah Kabupaten Agam. (andrew/amc)
Sedangkan 37 orang lagi ke pendidikan non formal seperti, Paket A sebanyak 26 orang, Paket B sebanyak 9 orang, Paket C sebanyak 1 orang dan mengikuti program pemberantasan buta aksara atau KF sebanyak 1 orang.Diakhir acara Sekda Agam menyerahkan sertifikat secara simbolis kepada peserta yang mengikuti pendampingan ini, menyerahkan perlengkapan sekolah dan dari PT AMP Plantation menyerahkan sepeda secara simbolis kepada Pemerintah Kabupaten Agam. (andrew/amc)
Beranda

