Menghadapi puasa Ramadhan 1435 Hijriah, Bupati Agam Indra Catri menghimbau agar masyarakat menjaga ketertiban dan kenyamanan (Kamtibmas).
Menurut bupati, Ramadhan adalah bulan yang amat mulia, semua amal ibadah dilipat gandakan Allah SWT nilai pahalanya, ibadah sunat sama pahalanya seperti ibadah wajib, dan ibadah wajib ditingkatkan menjadi 70 kali lebih baik dibanding bulan lainnya.
Di dalamnya terdapat malam (malam Lailatul Qadar) yang lebih baik dari 1000 bulan lainnya. Oleh karena itu perbanyaklah ibadah didalamnya, karena merupakan peluang emas bagi umat Islam untuk memperbanyak amal ibadah.
Sehubungan dengan itu, Indra Catri menyerukan kepada masyarakat di agar menyambut dan mensyiarkan bulan suci Ramadhan dengan berbagai kegiatan amaliyah di antaranya, agar memulai pelaksanaan ibadah puasa Ramadhan dan Hari Raya di bulan Syawal, berdasarkan ketetapan/keputusan Pemerintah tentang awal Ramadhan dan awal Syawal 1435 H.
Selain itu, agar masyarakat mempersiapkan diri (fisik dan mental) dalam memasuki bulan suci Ramadhan, dengan berusaha membersihkan lingkungan, tempag tinggal dan tempat kerja serta diri lahir dan bathin dari dosa dan kesalahan. Serta jadikan sebagai wahana pembinaan pribadi muslim yang taqwa dan berakhlaqul karimah yang terwujud dalam prilaku umat yang Rahmatan lil âlamîn (umat penebar kasih sayang di alam semesta).
Lebih lanjut dikatakan bupati, agar masyarakat memperbanyak dan meningkatkan berbagai ibadah selama bulan suci Ramadhan, baiki badah Badaniyah maupun ibadah Maliyah disiang hari maupun malam hari dengan mengadakan kegiatan keagamaan dalam bentuk massal/jamaah atau pribadi dirumah, mesjid, mushalla, langgar, sekolah, kantor, maupun di tempat lainnya.
Selain itu bupati juga mengajak, agar mengupayakan dan menjadikan bulan suci Ramadhan sebagai momentum peningkatan etos kerja dan meningkatkan disiplin, dalam rangka memerangi segala bentuk kemiskinan, kebodohan, keterbelakangan, dengan menjadikan Ramadhan sebagai momentum mempererat persatuan dan kesatuan bangsa baik ukhuwah Islamiyah dan ukhuwah wathaniyah, maupun ukhuwah basyariah.
Ditambahkan, agar masyarakat memperbanyak kegiatan infaq, shadaqah, zakat harta dan zakat fitrah dan menyalurkannya secara terarah, seperti kepada fakirmiskin, menyantuni anak yatim dan dhu’afa lainnya. Dan kepada para pemilik kafe atau rumah makan untuk tidak memajang makanan secara terbuka di siang hari selama Ramadhan.
Khusus bagi umat non muslim kiranya dapat mewujudkan sikap toleransi dengan menghormati dan menghargai umat muslim yang sedang berpuasa, misalnya tidak merokok di dalam bis, kendaraan umum atau di tempat umum, tidak makan minum di tempat terbuka, dan sebagainya, ujar bupati mengakhiri. (AMC)
Menurut bupati, Ramadhan adalah bulan yang amat mulia, semua amal ibadah dilipat gandakan Allah SWT nilai pahalanya, ibadah sunat sama pahalanya seperti ibadah wajib, dan ibadah wajib ditingkatkan menjadi 70 kali lebih baik dibanding bulan lainnya.
Di dalamnya terdapat malam (malam Lailatul Qadar) yang lebih baik dari 1000 bulan lainnya. Oleh karena itu perbanyaklah ibadah didalamnya, karena merupakan peluang emas bagi umat Islam untuk memperbanyak amal ibadah.
Sehubungan dengan itu, Indra Catri menyerukan kepada masyarakat di agar menyambut dan mensyiarkan bulan suci Ramadhan dengan berbagai kegiatan amaliyah di antaranya, agar memulai pelaksanaan ibadah puasa Ramadhan dan Hari Raya di bulan Syawal, berdasarkan ketetapan/keputusan Pemerintah tentang awal Ramadhan dan awal Syawal 1435 H.
Selain itu, agar masyarakat mempersiapkan diri (fisik dan mental) dalam memasuki bulan suci Ramadhan, dengan berusaha membersihkan lingkungan, tempag tinggal dan tempat kerja serta diri lahir dan bathin dari dosa dan kesalahan. Serta jadikan sebagai wahana pembinaan pribadi muslim yang taqwa dan berakhlaqul karimah yang terwujud dalam prilaku umat yang Rahmatan lil âlamîn (umat penebar kasih sayang di alam semesta).
Lebih lanjut dikatakan bupati, agar masyarakat memperbanyak dan meningkatkan berbagai ibadah selama bulan suci Ramadhan, baiki badah Badaniyah maupun ibadah Maliyah disiang hari maupun malam hari dengan mengadakan kegiatan keagamaan dalam bentuk massal/jamaah atau pribadi dirumah, mesjid, mushalla, langgar, sekolah, kantor, maupun di tempat lainnya.
Selain itu bupati juga mengajak, agar mengupayakan dan menjadikan bulan suci Ramadhan sebagai momentum peningkatan etos kerja dan meningkatkan disiplin, dalam rangka memerangi segala bentuk kemiskinan, kebodohan, keterbelakangan, dengan menjadikan Ramadhan sebagai momentum mempererat persatuan dan kesatuan bangsa baik ukhuwah Islamiyah dan ukhuwah wathaniyah, maupun ukhuwah basyariah.
Ditambahkan, agar masyarakat memperbanyak kegiatan infaq, shadaqah, zakat harta dan zakat fitrah dan menyalurkannya secara terarah, seperti kepada fakirmiskin, menyantuni anak yatim dan dhu’afa lainnya. Dan kepada para pemilik kafe atau rumah makan untuk tidak memajang makanan secara terbuka di siang hari selama Ramadhan.
Khusus bagi umat non muslim kiranya dapat mewujudkan sikap toleransi dengan menghormati dan menghargai umat muslim yang sedang berpuasa, misalnya tidak merokok di dalam bis, kendaraan umum atau di tempat umum, tidak makan minum di tempat terbuka, dan sebagainya, ujar bupati mengakhiri. (AMC)
Beranda
