#
Headlines News :
Home » » Pemkab Agam Gelar Maulid Nabi

Pemkab Agam Gelar Maulid Nabi

Written By AGAM MEDIA CENTER on Friday, January 17, 2014 | 1/17/2014 06:22:00 PM

Ribuan Pegawai Negeri Sipil (PNS) Pemerintah Kabupaten Agam, memadati Masjid Raya Nurul Falah, Lubuk Basung dalam rangka tablig akbar untuk memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW 1435 Hijriyah.

Penceramah pada tablig akbar itu, Prof. Dr. Mahdi Bahar, dihadiri Bupati Agam Indra Catri dt. Malako Nan Putiah.

Dalam sambutan bupati menceritakan, kata “Maulid” berasal dari bahasa Arab yang bermakna kelahiran. Meskipun Nabi tidak pernah menyuruh umat Islam untuk memperingati hari kelahiran beliau, tetapi umat beliau memperingatinya paling tidak untuk dua alasan yaitu, sebagai salah satu bentuk penghormatan dan pemuliaan terhadap sosok Rasulullah, sebagai media pemersatu dan pendidikan (tarbiah) bagi umatnya, mengambil iktibar, mengambil spirit pembebasan yang beliau gelorakan sejak lahir hingga akhir hayatnya.

Kemudian, agar selalu ingat tentang buruknya kondisi masyarakat yang jahiliah dan tidak terjebak kedalamnya. Meningkatkan aqidah dan amalan agar tidak pernah berhenti berjuang agar tidak terjerumus kadalam kondisi kelam masyarakat jahiliyah. 

"Jadi cukup beralasan bila umat Islam memperingatinya," katanya

Tambah bupati, tidak ada agama yang mendiskripsikan tentang kondisi masyarakat yang akan diperbaiki itu selengkap Islam. Kondisi itulah yang kemudian diperbaiki dan ditranformasi oleh Muhamad.

Makanya dunia barat kemudian mencatat Muhamat sebagai transformator leader yang paling terkemuka didunia yang dalam Al qur'an disebut sebagai rahmatan lilalamin.

Sementara itu juga dijelaskan, beliau melakukannya dengan cara memberikan tualadan, memberikan contoh dalam setiap fase kehidupan beliau selama hayat dikandung badan. Makanya dalam Al qur'an disebut juga ushwatun khasanah.

Pada masa sebelum kelahiran Nabi Muhammad SAW,  dapat dikatakan bahwa bangsa arab adalah bangsa yang sangat keras dan kejam. Sebelum datangnya Islam, mereka beranggapan bahwa siapa yang kuat dialah yang berkuasa, dan yang kalah akan menjadi budak - budak mereka.

Tentunya, kenyataan yang ada lebih dari yang tergambar di atas. Meski tidak dipungkiri di sisi lain mereka memiliki sifat atau perilaku yang baik, namun itu semua lebur dalam kerusakan agama, moral yang bejat, yang di kemudian hari seluruhnya ditentang oleh Islam dengan diutusnya Rasullallah Shallallahu ‘alaihi Wasallam sebagai pelita yang sangat terang bagi umat ini.

"Kondisi  itulah yang akan dirubah olah utusan Allah sang Maulana Muhamad Rasulullah. Makanya disebut sebagai Rahmatan'alamin," imbuh bupati

Selain itu, ada tiga agenda yang dibahas dalam setiap acara maulid, terutama evolusi dan perbandingan agama dan ajaran yang dibawa Islam, gambaran tentang kehidupan masa kecil Muhamad. Fokusnya adalah terkait dengan hubungan anak dengan ayah, ibu, paman, ibu susuan, serta lingkungan eksternal masyarakat, antropologi, stratigragi, budaya, dan prilaku.(jon/AMC)
Share this post :
 
Support : Creating Website | Agam Media Center | Agam Media Center
Copyright © 2011. Agam Media Center - All Rights Reserved
Template Created by Agam Media Center Published by Agam Media Center
Proudly powered by Agam Media Center