AMC / Selasa 04 Oktober 2011 Enam Puluh kelompok Keluarga (KK) di Nagari Paninjauan, Kecamatan Tanjung Raya, tergolong
keluarga miskin mendapat bantuan dari seluruh dinas dan instansi dalam bentuk pembinaan peranan wanita menuju keluarga sehat dan sejahtera (P2WKSS).
Demikian disampaikan Kepala badan pemberdayaan Masyarakat Pedesaan dan Nagari (BPMPN) Kabupaten Agam Drs.H. Edi Busti, M.Si, saat memimpin rapat persiapan pembinaan bagi seluruh dinas instansi terkait, beberapa waktu lalu di lubuk basung.
Nagari Paninjauan Kecamatan Tanjung Raya, merupakan kelompok binaan P2WKSS kabupaten agam dalam dua tahun ini telah melakukan pembinaan sebelumnya, dari TP PKK kabupaten, BPKB, Dinas Pendidikan, dan Dinas Kesehatan.
untuk kedepan akan dilaksanakan pembinaan secara terpadu sebagai persiapan penilaian P2WKSS tingkat propinsi pada November mendatang. Dari laporan ketua kelompok kerja (Pokja) P2WKSSkabupaten agam, Nilawati, B.Ac menyebutkan bahwa, di nagari paninjauan telah dilakukan sosialisasi undang-undang kekerasa dalam rumah tangga (KDRT), pelatihan menjahit keterampilan sulaman untuk 10 KK dan beberapa kegiatan lainya.
Untuk tahun 2011 P2WKSS nagari panijauan juga mendapat pelatihan menjahit pakaian wanita dan anak-anak, sebagai keterampilan vokasi terhadap 30 orang anggotanya, dibawah binaan TP PKK kabupten agam bersama mitra kerja dinas pendidikan pemuda dan olahraga kabupaten agam.
Kepala bidang pendidikan non formal kabupaten agam, Yunaidi.S, M.Pd ketika ditemui usai rapat persiapan mengatakan, sejumlah keterampilan kecakapan hidup (life Skills) dilaksanakan secara serentak pada oktober ini. Salah satu life skills yang akan dilaksanakan yaitu perlatihan menjahit pakaian wanita dan anak-anak kepada 30 orang dari keluarga miskin.
pemberiana dana bantuan keterampilan kepada 30 orang anggota P2WKSS bertujuan untuk memberikan bekal pendidikan yang bermutu dan relevan dengan kebutuhan masyarakat. Selesai pelatihan ini diaharapkan, peserta dapat menciptakan lapanagan kerja baru dan menghasilkan produk barang jasa yang kreatif, dan inovatif, sehingga mampu memberdayakan potensi lokal untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat. demikian ditambahkan yunaidi. (AY)
Beranda