Tim Satuan Tugas (Satgas) Pemadam Kebakaran Satuan Polisi Pamong Praja dan Pemadam Kebakaran Kabupaten Agam, terus mensosialisasikan dan mensimulasikan pemakaian alat pemadam kebakaran kepada tenaga medis di setiap puskesmas diwilayah itu.
"Ini dibuktikan kemaren pada Senin (10/07), kami telah memberikan sosialisasi dan simulasi bagi petugas kesehatan di puskesmas Koto Alam Palembayan guna menambah pengetahuan keterampilan khusus sekaligus persiapan meningkatkan kinerja para petugas kesehatan," kata Kepala Dinas Satpol PP Damkar Kabupaten Agam, Dandi Pribadi didampingi Kepala Bidang Pemadam Yunaidi. S di Lubuk Basung. Rabu (12/07).
Saat itu, Dinas Satpol PP dan Damkar Agam juga menandatangani perjanjian kerjasama pemakaian alat pemadam, Disamping memberikan arahan dihadapan para medis untuk selalu waspada tentang bahaya api yang menyebabkan kebakaran.
Didalam sosialisasi itu, petugas puskesmas diharapkan bisa memakai alat pemadam api yang ada, baik memakai Alat Pemadam Api Ringan (APAR) dan Alat Pemadam Api Tradisional (APAT) disetiap ruangan yang ada.
"Semoga ini bisa dijadikan sebagai sarana menambah pengetahuan dan keterampilan para petugas kesehatan. Bila terjadi percikan api disetiap lini segera dicegah dan segera dipadamkan serta dilaporkan kepada petugas pemadam kebakaran posko terdekat," tuturnya
Pihaknya juga meminta seluruh masyarakat untuk terus mencek beberapa hal dalam rumah tangga dan kantor yang rasanya mengganggu dan merusak nantinya bisa munculnya percikan api. Api kecil sangat berguna dan menjadi kawan dan bila api itu besar menjadi lawan.
"Kami meminta setiap staf puskesmas dapat mencermati dan jadikan kegiatan preventif. ikuti pelatihan dan simulasi dengan baik dan setiap petugas kesehatan untuk menjaga keamanan lingkungan sekitar kita, tingkatkan kewaspadaan terhadap api," tambah Yunaidi.S
Sementara itu, Kepala Puskesmas Koto Alam Drg. Gayatri Husin mengucapkan terimakasih kepada pihak Damkar Agam telah memberi pembekalan kepada seluruh tenaga medis dan karyawan Puskesmas berkekuatan 17 orang telah memiliki keterampilan dan keberanian memakai alat pemadam APAR dan APAT secara teori dilanjutkan praktek memadamkan api.
Disamping itu, simulasi dan sosialisasi pemakaian alat pemadan selain keterampilan para medis dan pegawai juga sebagai bahan penilaian akreditasi puskesmas dalam waktu dekat ini.
"Kita punya alat pemadam tetapi belum dan tidak bisa menggunakannya, dengan cara ini diharapkan petugas puskesmas mahir mengunakan alat pemadam," tambah Gayatri.
Selama sosialisasi dan simulasi pemakaian alat pemadam kebakaran peserta cukup aktif menanyakan tentang penggunaan APAR dan APAT serta memperagakan slang tabung gas yang bocor dan mengeluarkan percikan api serta cara mengatasinya.
Materi sosialisasi dan simulasi pemakaian alat pemadam kebakaran disajikan Tim bersama Kabid Damkar, Yunaidi.S, Danru Syamsuar, S.Sos, Kasi Pencegahan dan Penyuluhan Armen dan Satgas Andrya Levies dan Ruri Permana. Selesai pemberian teori peserta langsung mencobakan praktek memadamkan api secara darurat, pemakaian APAR dan slang regulator tabung gas. (jon/AMC)
"Ini dibuktikan kemaren pada Senin (10/07), kami telah memberikan sosialisasi dan simulasi bagi petugas kesehatan di puskesmas Koto Alam Palembayan guna menambah pengetahuan keterampilan khusus sekaligus persiapan meningkatkan kinerja para petugas kesehatan," kata Kepala Dinas Satpol PP Damkar Kabupaten Agam, Dandi Pribadi didampingi Kepala Bidang Pemadam Yunaidi. S di Lubuk Basung. Rabu (12/07).
Saat itu, Dinas Satpol PP dan Damkar Agam juga menandatangani perjanjian kerjasama pemakaian alat pemadam, Disamping memberikan arahan dihadapan para medis untuk selalu waspada tentang bahaya api yang menyebabkan kebakaran.
Didalam sosialisasi itu, petugas puskesmas diharapkan bisa memakai alat pemadam api yang ada, baik memakai Alat Pemadam Api Ringan (APAR) dan Alat Pemadam Api Tradisional (APAT) disetiap ruangan yang ada.
"Semoga ini bisa dijadikan sebagai sarana menambah pengetahuan dan keterampilan para petugas kesehatan. Bila terjadi percikan api disetiap lini segera dicegah dan segera dipadamkan serta dilaporkan kepada petugas pemadam kebakaran posko terdekat," tuturnya
Pihaknya juga meminta seluruh masyarakat untuk terus mencek beberapa hal dalam rumah tangga dan kantor yang rasanya mengganggu dan merusak nantinya bisa munculnya percikan api. Api kecil sangat berguna dan menjadi kawan dan bila api itu besar menjadi lawan.
"Kami meminta setiap staf puskesmas dapat mencermati dan jadikan kegiatan preventif. ikuti pelatihan dan simulasi dengan baik dan setiap petugas kesehatan untuk menjaga keamanan lingkungan sekitar kita, tingkatkan kewaspadaan terhadap api," tambah Yunaidi.S
Sementara itu, Kepala Puskesmas Koto Alam Drg. Gayatri Husin mengucapkan terimakasih kepada pihak Damkar Agam telah memberi pembekalan kepada seluruh tenaga medis dan karyawan Puskesmas berkekuatan 17 orang telah memiliki keterampilan dan keberanian memakai alat pemadam APAR dan APAT secara teori dilanjutkan praktek memadamkan api. Disamping itu, simulasi dan sosialisasi pemakaian alat pemadan selain keterampilan para medis dan pegawai juga sebagai bahan penilaian akreditasi puskesmas dalam waktu dekat ini.
"Kita punya alat pemadam tetapi belum dan tidak bisa menggunakannya, dengan cara ini diharapkan petugas puskesmas mahir mengunakan alat pemadam," tambah Gayatri.
Selama sosialisasi dan simulasi pemakaian alat pemadam kebakaran peserta cukup aktif menanyakan tentang penggunaan APAR dan APAT serta memperagakan slang tabung gas yang bocor dan mengeluarkan percikan api serta cara mengatasinya.
Materi sosialisasi dan simulasi pemakaian alat pemadam kebakaran disajikan Tim bersama Kabid Damkar, Yunaidi.S, Danru Syamsuar, S.Sos, Kasi Pencegahan dan Penyuluhan Armen dan Satgas Andrya Levies dan Ruri Permana. Selesai pemberian teori peserta langsung mencobakan praktek memadamkan api secara darurat, pemakaian APAR dan slang regulator tabung gas. (jon/AMC)
