Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Agam, menurunkan tim motivasi guna melihat langsung pelaksanaan Didikan Subuh (DDS) di kecamatan sekaligus melakukan penilaian DDS tingkat kabupaten itu pada 2014.
“Tim motivator Didikan Subuh ini sudah turun sejak Minggu (2/3), terdiri dari dua tim, setiap tim beranggotakan lima orang dari unsur Bagian Kesra, Kemenag, LDS dan MUI Kabupaten," kata Kasubag Agama Bagian Kesra Yosman setelah kembali dari Masjid Taqwa Muhammaddiyah Kampung Melayu, Nagari Sitalang, Kecamatan Ampek Nagari, Minggu (9/3).
Dia menjelaskan, kegiatan yang dilaksanakan ini bertujuan memotivasi kelancaran dan kesinambungan pelaksanaan kegiatan DDS yang dilaksanakan di masjid dan mushala setiap hari minggu pagi.
Tambah dia, Pemerintah Kabupaten Agam sangat peduli dan memberikan apresiasi terhadap kegiatan DDS yang dilaksanakan oleh masyarakat, guru TPA, MDA dan lembaga didikan subuh kecamatan.
Selain itu, untuk menjaga kesinambungan pelaksanaan DDS, kerjasama dan peran aktif pemerintahan nagari, pengurus masjid, tokoh masyarakat setempat, guru TPA/MDA serta para orang tua sangat dibutuhkan,
Tim Penilaian DDS Tingkat Kabupaten Agam, Khairul Koto mengatakan, penilaian ini dilakukan melalui indikator yakni, penilaian penampilan wajib (90 menit) dengan 10 sub indikator, penampilan tambahan (30 menit) dengan 4 sub indikator, profil lembaga dengan 5 sub indikator serta partisipasi lingkungan dengan 10 indikator.
Pada kesempatan itu, berdasarkan hasil penilaian dari kedua tim, akan diurutkan/dirangking kecamatan peraih nilai tertinggi mulai dari juara 1 sampai juara 5.
“Lima kecamatan yang keluar sebagai juara nanti, akan dikunjungi dan dinilai kembali oleh Tim Motivator guna menetapkan DDS dan mereka akan mewakili Kabupaten Agam ke tingkat provinsi,” tambahnya. (jon/AMC)
“Tim motivator Didikan Subuh ini sudah turun sejak Minggu (2/3), terdiri dari dua tim, setiap tim beranggotakan lima orang dari unsur Bagian Kesra, Kemenag, LDS dan MUI Kabupaten," kata Kasubag Agama Bagian Kesra Yosman setelah kembali dari Masjid Taqwa Muhammaddiyah Kampung Melayu, Nagari Sitalang, Kecamatan Ampek Nagari, Minggu (9/3).
Dia menjelaskan, kegiatan yang dilaksanakan ini bertujuan memotivasi kelancaran dan kesinambungan pelaksanaan kegiatan DDS yang dilaksanakan di masjid dan mushala setiap hari minggu pagi.
Tambah dia, Pemerintah Kabupaten Agam sangat peduli dan memberikan apresiasi terhadap kegiatan DDS yang dilaksanakan oleh masyarakat, guru TPA, MDA dan lembaga didikan subuh kecamatan.
Selain itu, untuk menjaga kesinambungan pelaksanaan DDS, kerjasama dan peran aktif pemerintahan nagari, pengurus masjid, tokoh masyarakat setempat, guru TPA/MDA serta para orang tua sangat dibutuhkan,
Tim Penilaian DDS Tingkat Kabupaten Agam, Khairul Koto mengatakan, penilaian ini dilakukan melalui indikator yakni, penilaian penampilan wajib (90 menit) dengan 10 sub indikator, penampilan tambahan (30 menit) dengan 4 sub indikator, profil lembaga dengan 5 sub indikator serta partisipasi lingkungan dengan 10 indikator.
Pada kesempatan itu, berdasarkan hasil penilaian dari kedua tim, akan diurutkan/dirangking kecamatan peraih nilai tertinggi mulai dari juara 1 sampai juara 5.
“Lima kecamatan yang keluar sebagai juara nanti, akan dikunjungi dan dinilai kembali oleh Tim Motivator guna menetapkan DDS dan mereka akan mewakili Kabupaten Agam ke tingkat provinsi,” tambahnya. (jon/AMC)
