Kepala BPBD Provinsi Sumbar, Yazid Fadli, mengharapkan agar wilayah kab/kota yang terkena dampak letusan Gunung Merapi untuk selalu saling berkoordinasi secara efektif, terkait dengan status waspada level dua Gunungapi Marapi.
Harapan itu disampaikan Yazid Fadli saat Rapat Koordinasi (Rakor) BPBD se-Sumbar di Aula Kantor Bupati Agam, Senin (3/3).
Rakor kali ini fokus membahas tentang kesiapsiagaan daerah terhadap letusan Gunung Merapi api.
Menurutnya, ada empat kabupaten/kota yang mendapatkan dampak dari letusan Gunung Marapi, yaitu Kabupaten Agam, Tanah Datar, Kota Padang Panjang dan Kota Bukittinggi.
"Sumbar memiliki 4 gunung berapi yang aktif dari 129 gunung api yang aktif di Indonesia," katanya.
Untuk itu, Ia mengharapkan agar melakukan simulasi evakuasi, mengevaluasi titik-titik evakuasi yang telah ditentukan, serta membuat shelter sebagai tempat pengungsian bagi masyarakat yang berada di radius 3 sampai 7 Km.
Lebih lanjut, masing-masing daerah sudah menyiapkan masker guna menghindari penyakit seperti ISPA.
Terkait dengan itu, Bupati Agam Indra Catri mengatakan, Kabupaten Agam sebagai salah satu wilayah yang terkena dampak letusan Gunungapi terus melakukan upaya dalam membangun kesiapsiagaan akan ancaman letusan Gunungapi Marapi.
"Sebagai salah satunya, kami melalui pemerintah kecamatan dan pemerintah nagari untuk melakukan rutin ronda malam, guna menjaga masyarakat yang melakukan aktifitas pada malam hari, "tukas Indra Catri.
Namun, disamping itu Bupati juga meminta dengan daerah terkait untuk memperkuat strategi dalam membangun kesiapsiagaan terhadap aktifitas gunungapi. (IF/AMC)
Harapan itu disampaikan Yazid Fadli saat Rapat Koordinasi (Rakor) BPBD se-Sumbar di Aula Kantor Bupati Agam, Senin (3/3).
Rakor kali ini fokus membahas tentang kesiapsiagaan daerah terhadap letusan Gunung Merapi api.
Menurutnya, ada empat kabupaten/kota yang mendapatkan dampak dari letusan Gunung Marapi, yaitu Kabupaten Agam, Tanah Datar, Kota Padang Panjang dan Kota Bukittinggi.
"Sumbar memiliki 4 gunung berapi yang aktif dari 129 gunung api yang aktif di Indonesia," katanya.
Untuk itu, Ia mengharapkan agar melakukan simulasi evakuasi, mengevaluasi titik-titik evakuasi yang telah ditentukan, serta membuat shelter sebagai tempat pengungsian bagi masyarakat yang berada di radius 3 sampai 7 Km.
Lebih lanjut, masing-masing daerah sudah menyiapkan masker guna menghindari penyakit seperti ISPA.
Terkait dengan itu, Bupati Agam Indra Catri mengatakan, Kabupaten Agam sebagai salah satu wilayah yang terkena dampak letusan Gunungapi terus melakukan upaya dalam membangun kesiapsiagaan akan ancaman letusan Gunungapi Marapi.
"Sebagai salah satunya, kami melalui pemerintah kecamatan dan pemerintah nagari untuk melakukan rutin ronda malam, guna menjaga masyarakat yang melakukan aktifitas pada malam hari, "tukas Indra Catri.
Namun, disamping itu Bupati juga meminta dengan daerah terkait untuk memperkuat strategi dalam membangun kesiapsiagaan terhadap aktifitas gunungapi. (IF/AMC)
