Dinas Kesehatan Kabupaten Agam, Sumatera Barat, akan mengadakan survai jentik Nyamuk Aedes Aegypti yang ada di sekolah-sekolah tersebar pada 16 kecamatan.
"Satu minggu kedepan kita bakal turunkan tim survei dari Dinkes Agam bersama 22 Puskesmas ke sekolah,' kata Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Agam Indra, Kamis (3/10).
Dia menjelaskan, dengan keterlibatan petugas pemantau jentik ini diharapkan antisipasi bisa cepat dilakukan sehingga nyamuk tidak terlanjur menjadi besar yang bisa membahayakan anak didik di sekolah.
"Kegiatan ini, untuk menangkal berjangkitnya penyakit demam berdarah (DBD) akibat gigitan nyamuk aedes aegypti agar tidak meluas kesekolah," imbuhnya.
Selain survei jentik, pihaknya juga mengajurkan agar sekolah juga melaksanakan gerakan 3 M Plus dan juga memberikan penyuluhan pada pihak sekolah akan pentingnya pemberantasan sarang nyamuk seperti mengubur kaleng dan botol bekas, serta membersihkan tempat penyimpanan air.
"3 M plus ini yang bisa memutus mata rantai nyamuk selain dengan fogging" ungkapnya.
Menurut ida, pembentukan tim survai bertujuan agar sekolah terbebas dari DBD, dimana sekolah juga merupakan tempat yang biasanya dan sering menjadi kawasan wabah nyamuk tersebut.
Pemberantasan sarang merupakan progam utama untuk memberantas penyakit DBD. Sebab dengan mekanisme seperti itu nyamuk dewasa tak akan bisa menetaskan telurnya menjadi nyamuk baru.
“Nyamuk ini suka pada genangan air bersih di sanalah mereka bertelur,” tuturnya
Berdasarkan data Dinkes kesehatan Kabupaten Agam, jumlah penderita penyakit DBD selama Januari-Oktober 2013 sebanyak 93 orang. Data penderita DBB tersebut terhimpun berdasarkan pasien yang berobat di Puskesmas hingga Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Lubuk Basung. (jon/AMC)
"Satu minggu kedepan kita bakal turunkan tim survei dari Dinkes Agam bersama 22 Puskesmas ke sekolah,' kata Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Agam Indra, Kamis (3/10).
Dia menjelaskan, dengan keterlibatan petugas pemantau jentik ini diharapkan antisipasi bisa cepat dilakukan sehingga nyamuk tidak terlanjur menjadi besar yang bisa membahayakan anak didik di sekolah.
"Kegiatan ini, untuk menangkal berjangkitnya penyakit demam berdarah (DBD) akibat gigitan nyamuk aedes aegypti agar tidak meluas kesekolah," imbuhnya.
Selain survei jentik, pihaknya juga mengajurkan agar sekolah juga melaksanakan gerakan 3 M Plus dan juga memberikan penyuluhan pada pihak sekolah akan pentingnya pemberantasan sarang nyamuk seperti mengubur kaleng dan botol bekas, serta membersihkan tempat penyimpanan air.
"3 M plus ini yang bisa memutus mata rantai nyamuk selain dengan fogging" ungkapnya.
Menurut ida, pembentukan tim survai bertujuan agar sekolah terbebas dari DBD, dimana sekolah juga merupakan tempat yang biasanya dan sering menjadi kawasan wabah nyamuk tersebut.
Pemberantasan sarang merupakan progam utama untuk memberantas penyakit DBD. Sebab dengan mekanisme seperti itu nyamuk dewasa tak akan bisa menetaskan telurnya menjadi nyamuk baru.
“Nyamuk ini suka pada genangan air bersih di sanalah mereka bertelur,” tuturnya
Berdasarkan data Dinkes kesehatan Kabupaten Agam, jumlah penderita penyakit DBD selama Januari-Oktober 2013 sebanyak 93 orang. Data penderita DBB tersebut terhimpun berdasarkan pasien yang berobat di Puskesmas hingga Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Lubuk Basung. (jon/AMC)
