Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Agam, Sumatera Barat, memprioritaskan pengawasan dilapangan guna antisipasi di daerah titik rawan bencana tersebar di wilayah tersebut.
"Kita siap mengoptimalkan anggota untuk bekerjasama dengan masyarakat dilapangan dan pengawasan guna antisipasi dan menimalisir dampak bencana, banjir, longsor dan kebakaran, "kata Kepala Pelaksana BPBD Agam, Bambang Warsito. Kamis (26/9)
Dia mejelaskan, saat ini pihaknya terus memantau wilayah yang paling rawan bencana terutama di Kecamatan Malalak, Palupuh, Palembayan dan seputaran Danau Maninjau, sedangkan daerah rawan banjir daerah kecamatan Lubuk Basung, Ampek Nagari, dan Tanjung Mutiara.
"Selain banjir dan longsor, kasus kebakaran juga cukup tinggi terutama pada wilayah Agam Timur. Dari Januari hingga September 2013 ini, telah terjadi sebanyak 80 lebih kasus kebakaran dengan kerugian Rp 3,5 miliar," imbuhnya
Bambang menargetkan, pada tahun 2014 di 16 kecamatan yang ada di Agam telah memiliki Kelompok Siaga Bencana (KSB). Namun, sejak tahun 2010 sudah terbentuk di empat kecamatan, yakni Kecamatan Ampek Nagari, Canduang, Tanjung Mutiara, dan Malalak. (jon/AMC)