Kegiatan panjat pinang meriahkan peringatan hari kemerdekaan Republik Indonesia ke-68 di Kabupaten Agam, Sumatera Barat, Minggu, (18/8).
"Kalau zaman sebelum kemerdekaan para pejuang bersatu dalam merebut kemerdekaan, namun kini para pemuda tanpa mengenal suku dan etnis bersatu untuk merebut hadiah," ungkapnya sembari bersorak memberikan semangat kepada temannya yang lagi manjat pinang.
"Panjat pinang ini merupakan tradisi setiap kali HUT kemerdekaan," kata salah seorang warga Tiku, Anton.
Anton menambahkan, panjat pinang ini salah satu perwujudan memupuk kembali semangat persaudara dan persatuan mencapai satu tujuan untuk mendapatkan hadiah yang ada di atas pohon pinang tersebut.
"Kalau zaman sebelum kemerdekaan para pejuang bersatu dalam merebut kemerdekaan, namun kini para pemuda tanpa mengenal suku dan etnis bersatu untuk merebut hadiah," ungkapnya sembari bersorak memberikan semangat kepada temannya yang lagi manjat pinang.
Bagi mereka yang berhasil memanjat pinang yang diolesi oli tersebut, berhak untuk memperoleh semua hadiah yang ada diatasnya.
“Untuk mencapai puncak, mereka harus bekerja sama saling bahu-membahu. Filosofi permainan ini adalah kebersamaan komponen bangsa untuk meraih kemerdekaan," ujarnya lagi.
Dari pantauan AMC dilapangan, selain warga Tiku ratusan warga menyaksikan beberapa kegiatan panjat pinang, juga diikuti warga Kecamatan Lubuk Basung, Tanjung Raya, Ampek Nagari, Palembayan dan beberapa Kecamatan lainnya. (IF)
