Realisasi kegiatan Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat-Mandiri Perdesaan (PNPM-MP) Kabupaten Agam, sudah mencapai 59,37 persen.
"Dari berbagai program kegiatan yang kita prioritaskan di 15 kecamatan, telah berjalan sekitar 51,93 persen," kata Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahaan Nagari (BPMPN) Kabupaten Agam Welfizar didampingi Kepala Bidang Kelembagaan Masyarakat dan Pembangunan Partisipatif (BPMPN) Kabupaten Agam, Vila Erdi, Senin (19/8).
Ia merincikan, realisasi kegiatan di Kecamatan Tanjung Mutiara sekitar 82 persen, Lubuk Basung sekitar 86 persen, Ampek Angkek sekitar 74 persen, Kecamatan Tanjung Raya sekitar 26 persen dan lainya.
Kegiatan tersebut dimulai dari peningkatan jalan, pembuatan jembatan, pembangunan gedung sekolah, pembuatan prasarana umum dan lain.
Welfizar menambahkan, dana program tersebut berasal dari APBN sebesar Rp28 miliar dan APBD sebesar Rp702 juta.
Ia merincikan, realisasi kegiatan di Kecamatan Tanjung Mutiara sekitar 82 persen, Lubuk Basung sekitar 86 persen, Ampek Angkek sekitar 74 persen, Kecamatan Tanjung Raya sekitar 26 persen dan lainya.
Kegiatan tersebut dimulai dari peningkatan jalan, pembuatan jembatan, pembangunan gedung sekolah, pembuatan prasarana umum dan lain.
Salah seorang petani di Nagari Garagahan, Kas (50) mengatakan, PNPM-MP sangat dirasakan petani kerena telah membangun fasilitas jalan, jembatan, saluran irigasi, drainase dan lainya. Dengan pembangunan ini, mempermudah petani membawa hasil pertanian dan tidak mengeluarkan biaya cukup besar selama ini.
Dari pantuan AMC dilapangan juga terlihat jalan usaha tani di 15 kecamatan telah banyak dibangun dalam mempermudah membawa hasil pertaniannya dari lokasi persawahan yang terletak berjauhan.(jon/AMC)
