AMC / Kamis 09 Juni 2011 -Bantuan pemerintah Pusat berupa uang lauk-pauk (ULP) mulai dibagikan pada korban gempa yang kriterianya rusak berat maupun sedang diJorong Simaruok, Nagari Geraggahan Kecamatan Lubuk Basung, Kabupaten Agam.Kamis,(09/06).
Korban gempa saat ini mulai berkumpul di Posko yang telah direncanakan untuk dibagikan di depan mesjid Jorong Simaruok setelah ketua Kelompok Masyarakat (pokmas) menyelesaikan administrasi kemarin dan direncanakan akan dibagikan kepada masyarakat setelah dilakukan pengambilan ULP tersebut melalui Bank BRI Cabang Lubuk Basung hari ini.
Menurut Tiar(50), Kepala Kampung Simaruok, kriteria penerima bantuan lauk-pauk adalah rumah rusak berat maupun sedang. Namun, setiap Kepala Keluarga (KK) dibatasi maksimal lima orang. Jadi, maksimal penerima bantuan lauk-pauk per-orangnya 150 ribu adalah sekitar Rp 900.000,- dalam hal itu Bantuan lauk-pauk sangat berarti bagi korban gempa (30/09) dan bertujuan untuk memenuhi kebutuhan keluarganya sehari-hari.
Di tempat terpisah, Eli (41) warga simaruok mengatakan pada Reporter Agam media Ceter (AMC) yang kondisi rumahnya juga rusak berat, "penyaluran bantuan uang lauk pauk (ULP) yang dibagikan harus tepat sasaran kepada masyarakat sesuai dengan kategori kerusakannya, namun Ia berharap, pemerintah daerah lebih mengawasi dalam penyaluran bantuan dana ULP sehingga tidak ada kendala atau masalah dalam penyalurannya".
Hingga saat ini, korban gempa masih ada yang tinggal di rumah sementara dan ada juga yang telah membuat rumah yang layak huni melalui bantuan tahap I dan II apalagi kondisi alam yang kurang bersahabat jika mereka tinggal di rumah sementara tetapi berkat bantuan yang telah diberikan sekarang ia sekeluarga telah dapat menempati rumah baru.ujar, Eli (jon/Tim AMC)
Korban gempa saat ini mulai berkumpul di Posko yang telah direncanakan untuk dibagikan di depan mesjid Jorong Simaruok setelah ketua Kelompok Masyarakat (pokmas) menyelesaikan administrasi kemarin dan direncanakan akan dibagikan kepada masyarakat setelah dilakukan pengambilan ULP tersebut melalui Bank BRI Cabang Lubuk Basung hari ini.
Menurut Tiar(50), Kepala Kampung Simaruok, kriteria penerima bantuan lauk-pauk adalah rumah rusak berat maupun sedang. Namun, setiap Kepala Keluarga (KK) dibatasi maksimal lima orang. Jadi, maksimal penerima bantuan lauk-pauk per-orangnya 150 ribu adalah sekitar Rp 900.000,- dalam hal itu Bantuan lauk-pauk sangat berarti bagi korban gempa (30/09) dan bertujuan untuk memenuhi kebutuhan keluarganya sehari-hari.
Di tempat terpisah, Eli (41) warga simaruok mengatakan pada Reporter Agam media Ceter (AMC) yang kondisi rumahnya juga rusak berat, "penyaluran bantuan uang lauk pauk (ULP) yang dibagikan harus tepat sasaran kepada masyarakat sesuai dengan kategori kerusakannya, namun Ia berharap, pemerintah daerah lebih mengawasi dalam penyaluran bantuan dana ULP sehingga tidak ada kendala atau masalah dalam penyalurannya".
Hingga saat ini, korban gempa masih ada yang tinggal di rumah sementara dan ada juga yang telah membuat rumah yang layak huni melalui bantuan tahap I dan II apalagi kondisi alam yang kurang bersahabat jika mereka tinggal di rumah sementara tetapi berkat bantuan yang telah diberikan sekarang ia sekeluarga telah dapat menempati rumah baru.ujar, Eli (jon/Tim AMC)