#
Headlines News :
Home » » PRINSIP RANTAI DINGIN CARA PERTAHANKAN KESEGARAN IKAN

PRINSIP RANTAI DINGIN CARA PERTAHANKAN KESEGARAN IKAN

Written By andrew on Wednesday, June 22, 2011 | 6/22/2011 04:17:00 PM



AMC / Rabu 22 Juni 2011 -Untuk mempertahankan kesegaran ikan memakai prinsip rantai dingin yaitu setelah ikan dipanen atau ditangkap segera tampung dan diangkut atau dijual dan dalam rantai terseut ikan mesti dicampur dengan es, jumlah es yang diberikan tergantung waktu yang diinginkan sehingga efektifitas es itulah yang akan mempertahankan kesegaran ikan.

Hal itu diungkapkan Dewi Sartika, menyampaikan materi Panen dan Pasca Panen dalam acara Safari Pelatihan Teknis Ikan Nila bagi Pembudidaya Ikan di Kabupaten Agam di Aula Panti Asuhan Putra Muhammadiyah Lubuk Basung, Rabu (22/06).

Dewi menambahkan dalam mempertahankan kesegaran ikan nila agar tidak cepat turun kualitas sehingga terhindar dari kerusakan daging ikan dan ada 3 hal yang yang akan merusak kesegaran ikan yaitu adanya enzin dari dalam tubuh ikan mengakibatkan daging jadi busuk yang disebut otolisis, adanya bakteri pembusuk dari luar ikan yang masuk ke dalam jaringan tubuh ikan mati dan menghancurkannya, adanya proses kimia di dalam jaringan ikan yang mulai busuk karena proses otolisis.

Ciri-ciri ikan segar adalah matanya terang atau cerah kornes transparan, insangnya merah cerah, berlendir jenih, tak berbau atau masih berbaun ikan segar, tubuh memiliki sisik mengkilap bila ditekabn dengan jari terasa kenyal sirip dan tubuh berwarna asli, perutnya utuh dan keras atau kenyal sedangkan ciri-ciri ikan yang busuk itu seperti matanya pudar, keriput, buram agak msauk atau cekung, insangnya berwarna coklat, berlendir, keruh bau menyengat, tubuhnya memiliki sisik yang kusam, bila ditekan meninggalkan bekas, perut lembek bila ditekan dari duburnya mengeluarkan cairan berbau busuk, ungkap Dewi.

Dalam pemanenan sebaiknya dilakukan pada pagi hari dengan 2 cara yaitu panen sebagian atau selektif menggunakan alat berupa anco dipsang didalam kolam, pad anco ditaburkan sedikit pakan agar benih ikan berkumpul diatas anco setelah benih berkumpul baru diambil, panen total mengambil ikan semuanya, ungkap Dewi lagi.

Dalam pengangkutan Benih ikan dilakukan dalam 2 sistem yaitu sistem terbuka dan sistem tertutup, sistem terbuka dipakai untuk mengangkut benih dengan jarak yang dekat dan sistem tertutup biasanya digunakan untuk mengangkut benih ke tempat yang jauh dengan plastik yang berisi air dan es, kata Dewi mengakhiri.(ANdrew/Hen/Tim AMC)
Share this post :
 
Support : Creating Website | Agam Media Center | Agam Media Center
Copyright © 2011. Agam Media Center - All Rights Reserved
Template Created by Agam Media Center Published by Agam Media Center
Proudly powered by Agam Media Center