Wakil Bupati Agam Trinda Farhan Satria, terus mengingatkan masyarakatnya agar selama bulan Ramadhan bisa terus menerungkan pola hidup sederhana. Yakni, gaya hidup yang sederhana tak berlebih-lebihan saat berbuka puasa.
Menurut wabup, ironinya pengeluaran pun banyak di bulan Ramadhan. Padahal makan selama bulan Ramadhan hanya 2 kali sehari, ketimbang di hari biasa yang sampai tiga kali sehari. Tentunya hal ini akan berdampak terhadap inflasi ekonomi.
"Dari hasil badan statistik, inflasi tertinggi itu terjadi saat bulan Ramadhan. Karena berubahnya gaya hidup masyarakat yang serba berlebihan," kata Wabup dalam arahannya saat melakukan kunjungan Tim Safari Ramadhan ke Masjid Jami' Kampung Melayu, Nagari Sitalang Kecamatan Ampek Nagari, Kamis (8/6).
Dampaknya, ketika daya kemampuan masyarakat untuk membeli menurun, maka tingkat kemiskinan naik.
"Untuk itu, saya harapkan jangan berlebih-lebihan ketika berbuka puasa. Jangan paksakan apa pun keinginan. Karena Ramadhan itu sederhana, bukan kemewahan," jelas wabup. (IF/AMC)
"Untuk itu, saya harapkan jangan berlebih-lebihan ketika berbuka puasa. Jangan paksakan apa pun keinginan. Karena Ramadhan itu sederhana, bukan kemewahan," jelas wabup. (IF/AMC)
Beranda
