Tidak hanya melakukan pemberdayaan kesejahteraan keluarga, Ketua TP-PKK Kabupaten Agam, Ny. Vita Indra Catri juga memberikan pembinaan dan motivasi kepada siswa Paket C yang tergabung pada Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Darul Ulum di Gadut, Kecamatan Tilatang Kamang.
Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) yang merupakan binaan Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kabupaten Agam, memiliki siswa binaan tersebut berjumlah 65 orang yang tergabung dalam Paket C, sedangkan untuk paket B sebanyak 49 orang, paket A sebanyak 20 orang dengan usia dari 25 sampai 40 tahun.
Ketua TP-PKK Kabupaten Agam Ny. Vita Indra Catri disela kunjungannya, mengatakan, kunjungan ini merupakan salah satu bentuk empati dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa sebagaimana yang diamanatkan dalam pembukaan Undang-undang Dasar 1945. Dalam penyelenggaraan pembangunan pendidikan ini, pemerintah telah menetapkan bahwa pendidikan merupakan prioritas dalam pembangunan.
"Dalam maknaya terkandung bahwa penyelenggaraan pendidikan dilaksanakan melalui jalur formal, nonformal dan informal," katanya.
"Dalam maknaya terkandung bahwa penyelenggaraan pendidikan dilaksanakan melalui jalur formal, nonformal dan informal," katanya.
Ny. Vita menambahkan, pendidikan kesetaraan ini merupakan program jalur pendidikan nonformal yang terdiri dari program Paket C yang setara dengan SMA, B setara dengan SMP ataupun paket A yang setara dengan SD.
"Pendidikan kesetaraan ini tidak memungut biaya apapun. Untuk itu saya mengharapkan kepada warga agar serius dan bersungguh-sungguh dalam proses belajar mengajar berlangsung, guna tercapainya pendidikan yang berkualitas," pinta Ny. Vita.
Sementara itu, Kasi Pendidikan Non Formal (PNF) Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kabupaten Agam, Yeni Sofnidel, mengatakan program paket A, paket B, dan paket C dilakukan melalui pendekatan tutorial, belajar kelompok, dan belajar mandiri dengan menggunakan bahan belajar yang sesuai.
Salah satu bahan belajar berupa modul yang menerapkan prinsip ketuntasan belajar dan maju berkelanjutan. Dengan prinsip seperti ini peserta didik dapat belajar lebih mandiri didampingi tutoria pada waktu-waktu tertentu. "Proses Belajar Mengajar berlangsung selama empat kali seminggu dengan waktu belajar 4-5 jam per hari," katanya. (IF/AMC)
Salah satu bahan belajar berupa modul yang menerapkan prinsip ketuntasan belajar dan maju berkelanjutan. Dengan prinsip seperti ini peserta didik dapat belajar lebih mandiri didampingi tutoria pada waktu-waktu tertentu. "Proses Belajar Mengajar berlangsung selama empat kali seminggu dengan waktu belajar 4-5 jam per hari," katanya. (IF/AMC)
Beranda
