Bupati Agam Indra Catri, melauching Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Lubuk Basung, menjadi Pola Pengelolaan Keuangan Badan Layanan Umum Daerah (PPK-BLUD), di halaman kantor RSUD itu, Senin (30/3).
Lauching itu juga dihadiri Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sumbar dr. Hj. Rosnini Syavitri, M.Kes, Dandim 0304 Agam Letkol Arh Candy Cristian Riantory, S.I.P, Kapolres Agam AKBP Eko Budhi Purwono, Ketua PKK Kabupaten Agam Ny. Vita Indra Catri, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Agam dr.Indra, MPPM, kepala SKPD dan kepala Puskesmas se Kabupaten Agam.
Dalam kesempatan itu, Bupati Agam Indra Catri mengatakan, upaya untuk membangun PPK-BULD sudah sangat lama, dengan badan layanan ini tentunya banyak yang bisa dilaksanakan dalam meningkatkan kinerja keuangan, jika perlu sekolahkan staf untuk mengurus uang ini.
"Seluruh tim medis baik doker, dokter spesialis dan lainnya, agar meningkatkan pelayanan kepada masyarakat," katanya.
Bupati mengharapkan, semua jajaran RSUD bisa hendaknya bersungguh-sungguh dalam mengelola BLUD dan RSUD juga hendaknya selalu memberikan pemahaman untuk meningkatkan kompetensi, kapasitas dan mencari peluang-peluang lain untuk memajukan RSUD ini
"Momen ini bisa menjadi titik balik pemikiran kita, termasuk pada SKPD lainnya untuk bisa memberikan dukungan yang lebih baik lagi untuk RSUD ini agar pelayanan bisa jadi lebih baik lagi, dan BLUD ini bisa memberikan contoh bagi RSUD lainnya," harap bupati.
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Sumbar dr. Hj. Rosnini Syavitri, M.Kes, mengatakan, bahwa dengan dilaunching RSUD ini menjadi BLUD, maka akan menjadi pilihan bagi masyarakat untuk berobat dan mendapatkan pelayanan maksimal.
"RSUD dengan merubah status menjadi BLUD, akan memberikan layanan langsung pada masyarakat, sebab pelayanan publik merupakan layanan utama dalam kesehatan", katanya.
Dengan di launching menjadi BLUD, maka pendapatan langsung atas jasa pelayanan, akan diolah dan dioperasionalkan oleh direktur RSUD untuk pelayanan pasien, seperti makan dan obat. Tapi sebelumnya diharapkan bupati agar membuatkan Perbup pendukung.
Rosnini mengharapkan RSUD Lubuk Basung menjadi rumah sakit tumpuan semua masyarakat. Untuk itu tentu adanya perubahan-perubanan yang dilakukan yakni, penggunaan langsung pendapatan RSUD tidak disetorkan ke kas, tapi hanya dilaporkan saja, namun itu dalam pengawasan lebih ketat supaya penggunaanya lebih terarah dan sesuai dengan aturan yang berlaku.
Kemudian pengangkatan tenaga non PNS, kalau itu kurang bisa diangkat melalui tenaga kontrak, tapi dihitung berapa kebutuhan sebenarnya dengan kapasitas pekerjaan.
Direktur RSUD Lubuk Basung dr Bakhrizal, mengatakan, pendapatan RSUD tiga tahun terakhir mencapai Rp5 milyar, namun sekarang meningkat menjadi Rp15 milyar.
Dengan dilaunchingnya RSUD menjadi BLUD, mudah-mudahan pendapatan RSUD bisa lebih meningkat dan lebih terarah, serta peningkatan pelayanan pada masyarakat bisa lebih maksimal. (Tam/AMC)
Beranda
