Pemerintah Kabupaten Agam
melakukan monitoring dan evaluasi pendistribusian logistik, pemungutan
dan penghitungan suara Pemilihan Umum (Pemilu) Presiden dan Wakil
Presiden pada 9 April 2014. Monitoring dilakukan
untuk memastikan tidak terjadi pelanggaran dan mencek lokasi tempat
pemilu berlangsung.
Kepala
Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbang Pol) Kabupaten Agam, Rahman,
mengatakan tim monitoring ini dibagi menjadi dua tim mengingat letak
geografis wilayah Kabupaten Agam yang luas. "Kita membagi dua tim, yakni tim I dipimpin oleh Bupati Agam Indra Catri, unsur Muspida dan SKPD
terkait. Sedangkan untuk tim II, dipimpin oleh Wakil Bupati Agam Irwan
Fikri bersama SKPD terkait," kata Rahman.
Menurut Rahman, dari 16 kecamatan dan 82 nagari, terdapat 1.134 jumlah TPS dengan total pemilih sebanyak 331.539 warga.
Terkait dengan itu, Bupati Agam Indra Catri kepada wartawan saat monitoring ke beberapa kecamatan, Selasa (8/7), mengimbau masyarakat untuk menggunakan hak pilih dalam Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden besok, karena pilihan masyarakat sangat menetukan arah kebijakan dalam pembangunan bangsa ke depan.
"Semua pihak harus berperan aktif guna mewujudkan Pemilu yang sukses, dalam artian Pemilu yang jujur, tertib, lancar, aman dan damai. Jadikan pilpres ini sebagai pesta demokrasi bangsa yang besar, pesta demokrasi yang menggembirakan tanpa kampanye hitam dan rasa permusuhan yang hanya akan memecah belah persatuan dan kesatuan,” kata Indra Catri.
Bupati juga berharap agar masyarakat menjadi pemilih yang cerdas, karena pemilih yang cerdas akan melahirkan pemimpin yang berkualitas dalam artian mampu mencermati konsep, ide dan gagasan yang dibawa masing-masing kandidat untuk memimpin Indonesia.
Berpedoman pada pemilihan umum yang telah di laksanakan, membuktikan bahwa di Kabupaten Agam mampu menjadi barometer dengan tingginya partisipan dari masyarakat dalam menggunakan hak suara. "Telah dibuktikan, mulai dari pemilihan walinagari, kepala daerah, hingga pemilihan legislatif kemarin, tercatat sampai 70-75 persen tingkat partisipasi masyarakat dalam menggunakan hak suara, bahkan hampir tidak ada terjadi zero incident (tidak ada konflik).
Ini membuktikan, bahwa masyarakat Agam sangat kental akan budaya persaudaraan dan perdamaian yang telah menjadi marwah dari nenek moyang hingga saat ini. Semoga Pilpres kali ini, Agam bisa menjadi barometer suksesnya pelaksanaan pemilu yang tinggi di Indonesia," jelas Indra Catri.
Bupati menambahkan, bahwa berjalannya proses pemilu pada 9 Juli besok, tidak lepas dari pengawasan dan konsistensi dari para pengawas yang berada di tiap-tiap TPS, karena tanpa pengawasan yang baik maka Pemilu yang jujur, tertib, lancar, aman dan damai itu tidak akan terwujudkan. (IF/AMC)
Beranda

