Sehingga Pembudidaya KJA Tidak Akan Merugi Lagi
Untuk mengatasi dampak terjadinya arus balik atau arus vertikal (Up Werling) dan pengadukan tubo belerang dari dasar Danau Maninjau yang akan menyebabkan kematian pembudidayaan Keramba Jaring Apung (KJA) Dinas Kelautan dan Perikanan Agam menghimbau pihak terkait mengantisipasi.
Hal itu diungkapkan oleh Ermanto, S.Pi, M.Si Sekretaris Dinas Kelautan dan Perikanan kepada reporter (DKP), Rabu (05/10) .
= Ermanto, S.Pi, M.Si, Sekretaris DKP Agam =
Ermanto menambahkan sehubungga dengan perubahan cuaca dan musim penghujan dengan intensitas curah hujan tinggi yang terjadi bulan September sampai dengan Desember 2011 nantinya akan berdampak Up Werling serta kerugian para pembudiadaya KJA di Danau Maninjau makanya kami menghimbau semua pihak terkait untuk mengantisipasinya.
Antisipasi yang kami himbau untuk pihak-pihak terkait seperti melakukan pengawasan dan pemantauan terhadap gejala perubahan kondisi air danau agar dapat diambil tindakan sebelum terjadi kematian ikan, bila terjadi gejala tubo belerang maka perlu dilakukan upaya dengan sistem pemberian pompa aerasi bagi yang tidak memiliki pompa aerasi agar dilakukan pemindahan ketempat yang aman, ungkap Ermanto.
Bagi pembudidaya ikan yang kerambanya masih kosong untuk menunda melakukan penebaran benih ikan di keramba jaring apung sampai keadaan cuaca dan musim penghujan mengalami perubahan intensitas curah hujan sehingga air danau pulih kembali, ungkapnya lagi.
Semoga dengan himbauan kepada pihak terkait seperti Camat Tanjung Raya, Wali Nagari se-Kecamatan Tanjung Raya, Ketua UPP Kabupaten Agam, Kepala UPTD BP4K2P Tanjung Raya dan pengurus POKDAKAN KJA salingka Danau Maninjau bisa mengantisipasi musibah bagi KJA di Danau Maninjau, kata Ermanto mengakhiri.(andrew/AY)
Beranda
