AMC / jum'at 02 September 2011 -Mudik lebaran kini telah menjadi semacam tradisi yang ada di masyarakat perantau Batu Kambing Kecamatan Ampek Nagari Kabupaten Agam, dalam rangka melakukan kegiatan halal bi halal dan silaturrahhmi perantau bertempat di Los Pasar Batukambing, Kamis(01/09).
Hal ini, di ungkapkan Syahrul Hamidi Camat Ampek Nagari pada reporter Agam Media Center(AMC),jumat(02/09).
Pulang basamo bagi bagi masyarakat batu kambing bermakna bersama-sama lebaran di Kampung. Pulang basamo memang tidak mesti berupa rombongan besar. Perantau batu kambing menganggap pulang basamo sebagai sebuah keharusan. Sebab itu menandakan kepedulian dan kecintaan mereka akan tanah Minang. “Takana Jo Kampuang”, yang berarti teringat dengan kampung.ungkapnya
Konsep merantau bagi seseorang adalah pergi untuk kembali. Ini juga tercantum dalam filosofi adat mereka, yaitu “sejauah-jauah bangau tabang, pulangnyo ka kubangan juo”. Maksudnya sejauh manapun negeri rantau yang dijelang, dia harus pulang juga ke kampung halaman.
jadi pulang basamo wajib dilestarikan untuk mengingatkan kita akan nagari yang telah lama ditinggalkan yang bertujuan untuk bersilaturahhmi dengan kelaurga, sanak saudara di kampung halaman dengan mengadakan kegiatan halal bi halal dan saling bermaafkan di bulan yang suci hari yang baik ini.ujarnya, mengakhiri(jon/Tim AMC)
Beranda