AMC / Sabtu 21 Mei 2011 -Tiku, Agam, SO--Saat ini, masyarakat Tiku Kecamatan Tanjung Mutiara Kabupaten Agam pantas berbangga hati, karena salah satu kulinernya "Gulai Kapalo Lauk" (red:Gulai Kepala Ikan) yang paling di cari oleh para wisatawan baik lokal maupun luar daerah sudah tercatat pada Museum Rekor Indonesia yang sekarang berganti nama dengan Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) dengan nomor: 4895/R.MURI/V/2011, Sabtu (21/5) Pukul 13.00 Wib.
Dilapangan Mahoni Tiku, 1001 Gulai Kepala Ikan telah mampu pecahkan rekor MURI, dan rekor MURI ini merupakan rekor MURI ke dua setelah Kecamatan Matur terlebih dahulu mencatatkan namanya pada rekor MURI untuk 1001 Kolak Labu beberapa bulan lalu, dan itu merupakan persembahan masyarakat Agam buat Bupati Agam Ir. Indra Catri Dt. Malako Nan Putiah yang belum setahun memegang tampuk pimpinan Kabupaten Agam.
Sebut saja Wirna (42), Sangat senang dan bangga melihat masakan gulai kepala ikan kampungnya bisa masuk kedalam rekor MURI, kepada reporter disaat sedang asyik melahap salah satu dari 1001 gulai kepala ikan.
Bupati Agam Indra Catri menyampaikan, Tiku merupakan Nagari yang luar biasa, yang kuat beribadah dan sangat beradab.
Tiku bukan saja dikenal karena keindahan pantai mutiaranya, tapi Tiku adalah pusat kuliner bagi pecinta gulai kepala ikan dengan racikan yang luar biasa dari tangan pemasaknya, sehingga gulai kepala ikan Tiku begitu terkenal dan paling dicari oleh para pendatang ketika berkunjung ke Kabupaten Agam.
Alhamdulillah, pada hari ini 1001 gulai kepala ikan masakan TIKU mampu menorehkan rekor MURI dan kita patut berbangga hati untuk kesuksesan ini, pungkasnya.(wdp/AMC)
Beranda