HPN AGAM, Minggu (16/1) F.wdp
AMC / Minggu 16 Januari 2011 -Limapuluhkota dipaksa untuk mengakui kehebatan Pasaman Barat 2-6 untuk Pasaman Barat, terbukti dengan apiknya permainan ditengah lapangan membuat kesebelasan Limapuluh Kota "jatuh bangun" berjibaku rebutan bola menghadang lajunya penyerangan kesebelasan dari Pasaman Barat di Gelanggang Olah Raga Bukik Bunian, Kecamatan Lubuk Basung, Agam, Minggu sore (16/1) pukul 16.00 Wib.
Laga tawa antar PWI tersebut bertepatan dengan Hari Pers Nasional (HPN) yang dibuka Bupati Agam dengan syarat aturan main ditambah 2 point melebihi aturan PSSI, pertama tidak boleh berkata kotor jika ketahuan oleh wasit di denda Rp. 1 Juta, kedua, jika ada pemain yang cekcok sehingga menimbulkan kekacauan (cakak banyak) maka dendanya juga Rp. 1 Juta.
"Permainan harus Fair Play, sepakbola laga tawa antar pers ini jangan sampai tercoreng oleh apapun, karena yang biasa buat berita jangan sampai menjadi bahan berita, "seloroh Indra Indra Catri diiringi tepukan tangan para pemain yang terdiri dari insan pers.
Permainan berlangsung 2x25 menit ini pun berlangsung seru, dengan seringnya pergantian pemain untuk memberikan tenaga-tenaga baru untuk merobek jala gawang, dan hasilnya golpun bertubi-tubi tercipta dari kedua kesebelasan, namun yang namanya permainan tentu ada kalah dan menang.
Sedangkan dipartai kedua, kesebelasan Bukittinggi melawan Pasaman Timur, hanya menghasilkan WO (Walk Out) untuk Bukittinggi, dari pada datang dengan mubazir akhirnya Bukittinggi pun berani menantang kesebelasannya sendiri, dan hasilnya 2-1 untuk mereka.(wdp/AMC)
Beranda
