Dinas Kesehatan Kabupaten Agam, Sumatera Barat membagikan sebanyak 50.000 lembar masker untuk melindungi warga dari kebut asap dan debu vulkanik.
"Kita telah mendistribusikan sebanyak 50.000 masker kepada pelajar dan masyarakat," kata Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Agam, dr Indra pada AMC, Kamis (27/2).
Dia menjelaskan, ini terkait dengan adanya kabut asap dan ditambah adanya abu Gunung Merapi.
Tambah dia, masker ini diprioritaskan untuk Kecamatan Ampek Koto, Kecamatan Banuhampu, Kecamatan Sungai Pua, Kecamatan Candung, dan Kecamatan Baso.
"Ini bertujuan untuk melindungi masyarakat saat menjalankan aktifitas di luar rumah," katanya.
Selain itu, pihaknya juga mendistribusikan masker kepada masyarakat yang membutuhkan yang berada di 22 puskesmas di wilayah Agam.
"Pendistribusian dilakukan oleh petugas Puskesmas, Pokesri, posyandu dan dibantu oleh pihak sekolah setempat," imbuhnya.
Kegiatan yang dilakukan ini merupakan bentuk kepedulian Pemkab untuk mengurangi dampak kabut asap terhadap masyaraka.
Selain itu, ini juga bertujuan untuk antisipasi secara cepat dan cermat dimana akibat dari kabut asap ini, membawa dampak bagi menderita infeksi saluran pernafasan atas (ISPA), iritasi mata, iritasi selaput lendir hidung dan lainya.
"Jika masker yang distribusikan ini kurang akan kita tambah lagi sesuai dengan kebutuhan di kecamatan setempat," katanya. (jon/If/AMC)
"Kita telah mendistribusikan sebanyak 50.000 masker kepada pelajar dan masyarakat," kata Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Agam, dr Indra pada AMC, Kamis (27/2).
Dia menjelaskan, ini terkait dengan adanya kabut asap dan ditambah adanya abu Gunung Merapi.
Tambah dia, masker ini diprioritaskan untuk Kecamatan Ampek Koto, Kecamatan Banuhampu, Kecamatan Sungai Pua, Kecamatan Candung, dan Kecamatan Baso.
"Ini bertujuan untuk melindungi masyarakat saat menjalankan aktifitas di luar rumah," katanya.
Selain itu, pihaknya juga mendistribusikan masker kepada masyarakat yang membutuhkan yang berada di 22 puskesmas di wilayah Agam.
"Pendistribusian dilakukan oleh petugas Puskesmas, Pokesri, posyandu dan dibantu oleh pihak sekolah setempat," imbuhnya.
Kegiatan yang dilakukan ini merupakan bentuk kepedulian Pemkab untuk mengurangi dampak kabut asap terhadap masyaraka.
Selain itu, ini juga bertujuan untuk antisipasi secara cepat dan cermat dimana akibat dari kabut asap ini, membawa dampak bagi menderita infeksi saluran pernafasan atas (ISPA), iritasi mata, iritasi selaput lendir hidung dan lainya.
"Jika masker yang distribusikan ini kurang akan kita tambah lagi sesuai dengan kebutuhan di kecamatan setempat," katanya. (jon/If/AMC)
