Dinas Kesehatan Kabupaten Agam, Sumatera Barat, melakukan Assesment di wilayah Puskesmas Lasi dan Sungai Pua terkait dengan terjadinya erupsi Gunung Marapi pada, Rabu (26/2).
"Kita turunkan tim assessment guna mengukur besarnya suatu masalah yang berkaitan dengan kesehatan akibat bencana atau kemungkinan yang dapat terjadi," kata Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Agam, dr. Indra, Jumat (28/2).
Dia menjelasan, dalam menyikapi status Gunung Marapi, Dinkes Agam langsung melakukan assesment ke wilayah tersebut, Kamis(27/2) yang berada di sekitar Gunung Marapi, tepatnya wilayah Puskesmas Lasi dan Sungai Pua.
"Jika perlu akan dibuka posko kesehatan penanggulangan bencana diwilayah setempat," katanya
Agar ini berjalan secara optimal, pihaknya telah mempersiapkan segala sesuatu baik dari segi petugas, peralatan kesehatan dan obat - obatan.
Sementara itu, mengenai kabut asap yang juga telah menyelimuti wilayah Kabupaten Agam, pihaknya juga telah melakukan pengkajian terhadap dampak kabut asap, dimana saat ini belum terjadi lonjakan kasus penyakit akibat kabut asap.
"Untuk antisipasi kita telah distribusikan masker sebanyak 50 ribu sesuai perhitungkan kebutuhan masker bagi masyarakat setempat," imbuhnya. (jon/AMC)
"Kita turunkan tim assessment guna mengukur besarnya suatu masalah yang berkaitan dengan kesehatan akibat bencana atau kemungkinan yang dapat terjadi," kata Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Agam, dr. Indra, Jumat (28/2).
Dia menjelasan, dalam menyikapi status Gunung Marapi, Dinkes Agam langsung melakukan assesment ke wilayah tersebut, Kamis(27/2) yang berada di sekitar Gunung Marapi, tepatnya wilayah Puskesmas Lasi dan Sungai Pua.
"Jika perlu akan dibuka posko kesehatan penanggulangan bencana diwilayah setempat," katanya
Agar ini berjalan secara optimal, pihaknya telah mempersiapkan segala sesuatu baik dari segi petugas, peralatan kesehatan dan obat - obatan.
Sementara itu, mengenai kabut asap yang juga telah menyelimuti wilayah Kabupaten Agam, pihaknya juga telah melakukan pengkajian terhadap dampak kabut asap, dimana saat ini belum terjadi lonjakan kasus penyakit akibat kabut asap.
"Untuk antisipasi kita telah distribusikan masker sebanyak 50 ribu sesuai perhitungkan kebutuhan masker bagi masyarakat setempat," imbuhnya. (jon/AMC)
