Dinas Kesehatan Kabupaten Agam, akan membentuk nagari peduli tuberkulosis (TB) dalam upaya menjaring penemuan penyakit itu di 16 kecamatan setempat.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Agam dr. Indra, Rabu, mengatakan, ini dalam rangka menurunkan angka penyakit TB dengan cara memutuskan mata rantai penularan penyakit itu dengan menggunakan konsep gerakan pemberdayaan masyarakat berupa pembentukan nagari peduli TB.
Sebagai negara berkembang, penyakit infeksi masih merupakan salah satu penyebab kematian di Indonesia dan penyakit TB masih merupakan penyakit infeksi yang utama penyebab kematian tersebut.
Saat ini, jelas dia, tuberkulosis merupakan masalah kesehatan masyarakat Indonesia, dimana jumlah pasien TB Indonesia menempati urutan ketiga terbanyak di dunia yang dapat menimbulkan kerugian bagi kesehatan masyarakat maupun aspek sosial dan ekonomi.
Untuk mengatasi hal tersebut, diperlukan terobosan-terobosan serta sosialisasi di 22 Puskesmas tersebar di wilayah Agam.
Ia menambahkan, kegiatan yang akan dilakukan ini bertujuan untuk mengetahui secara khusus dari gerakan ini tercapainya penemuan penderita TB.
"Tercapainya angka kesembuhan minimal 85 persen dari semua penderita baru BTA positif yang ditemukan dan meningkatnya pemahaman dan kesadaran masyarakat dalam pencegahan penyakit TB," imbuhnya
Untuk menyukseskan pemberantasan penyakit TB di Kabupaten Agam, diperlukan lima komponen strategi Directly Observed Treatment Shortcourse (DOTS). (jon/AMC)
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Agam dr. Indra, Rabu, mengatakan, ini dalam rangka menurunkan angka penyakit TB dengan cara memutuskan mata rantai penularan penyakit itu dengan menggunakan konsep gerakan pemberdayaan masyarakat berupa pembentukan nagari peduli TB.
Sebagai negara berkembang, penyakit infeksi masih merupakan salah satu penyebab kematian di Indonesia dan penyakit TB masih merupakan penyakit infeksi yang utama penyebab kematian tersebut.
Saat ini, jelas dia, tuberkulosis merupakan masalah kesehatan masyarakat Indonesia, dimana jumlah pasien TB Indonesia menempati urutan ketiga terbanyak di dunia yang dapat menimbulkan kerugian bagi kesehatan masyarakat maupun aspek sosial dan ekonomi.
Untuk mengatasi hal tersebut, diperlukan terobosan-terobosan serta sosialisasi di 22 Puskesmas tersebar di wilayah Agam.
Ia menambahkan, kegiatan yang akan dilakukan ini bertujuan untuk mengetahui secara khusus dari gerakan ini tercapainya penemuan penderita TB.
"Tercapainya angka kesembuhan minimal 85 persen dari semua penderita baru BTA positif yang ditemukan dan meningkatnya pemahaman dan kesadaran masyarakat dalam pencegahan penyakit TB," imbuhnya
Untuk menyukseskan pemberantasan penyakit TB di Kabupaten Agam, diperlukan lima komponen strategi Directly Observed Treatment Shortcourse (DOTS). (jon/AMC)