Pengurus Mushala Nurul Huda H. Anton Tasman (61), mengatakan, kegiatan ini sudah tradisi dari dahulunya yang sudah mencapai ratusan tahun sejak kolam ini ada. Setiap ikan dalam kolam di panen, selalu disisakan dalam kolam untuk melakukan bacarotai.
"Penjualan ikan kita gunakan untuk pembangunan mushala," katanya.
Sementara itu, Bupati Agam Indra Catri mengatakan, tradisi ini harus dipertahankan di Agam, selain berkontribusi untuk pembangunan nagari, bacarotai juga sebagai wadah untuk meningkatkan rasa sosial dan mendorong terjadinya interaksi di tengah masyarakat.
"Ini adalah warisan yang harus dijaga dan dipertahankan," katanya.
Dengan luas 1,5 hektare, sangat disayangkan karena panen dilakukan sekali tiga tahun dan mendapatkan hasil panen 1 ton. "Kita akan perbaiki kolam dengan mengeruk kembali, kata Indra.