TP-PKK dan Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat Mandiri
Perdesaan (PNPM-MP) Kabupaten Agam, dinilai oleh Tim Provinsi Sumatera
Barat, di Nagari binaan Jorong Gantiang, Nagari Koto Gadang,
Kecamatan IV Koto, Senin (16/9).
Kunjungan yang dilakukan tim provinsi mengenai Simpan Pinjam Perempuan (SPP) oleh Pelaku PNPM-MP yang bekerjasama dengan TP-PKK.
Kunjungan yang dilakukan tim provinsi mengenai Simpan Pinjam Perempuan (SPP) oleh Pelaku PNPM-MP yang bekerjasama dengan TP-PKK.
Dalam kunjungan tersebut, Ketua Tim Penilai PKK dan PNPM-MP Zainil
Akmal mengatakan, penilaian yang dilakukan bertujuan untuk menindak
lanjuti MoU oleh Ketua TP-PKK Provinsi dengan PNPM, serta mengevaluasi
kegiatan PKK dan PNPM di daerah masing-masing.
"Dengan telah di lakukan MoU tersebut, kita bisa melihat sejauh mana
perkembangan Simpan Pinjam Perempuan (SPP) di daerah," ujarnya.Menurutnya, dampak dari kerjasama yang disepakati antara PKK dan PNPM-MP sangatlah memberikan kontribusi yang baik dalam meningkatkan ekonomi masyarakat, salah satunya dengan program SPP ini.
Untuk itu, dijelaskannya dampak dari kaum perempuan merupakan pilar
utama dalam mensukseskan PNPM-MP terutama PKK yang memiliki kader-kader
binaan sehingga dengan program SPP ini dapat memberikan dampak yang
baik terhadap ekonomi masyarakat.
Zainal Akmal menambahkan, kriteria yang
akan dinilai nantinya terdiri dari tiga aspek antara lain, aspek
pengendalian, aspek Pelaku dan partisipasi, aspek implementasi yang
dilakukan PKK dan PNPM-MP.
Sebelum itu, Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat Pemerintahan Nagari (BPMPN) Kabupaten Agam Welfizar mengatakan,
sejak awal setelah dilakukannya kerjasama MoU, PNPM-MPd dan kelompok
binaan PKK sudah terlibat dalam SPP, sehingga membuat suatu penegasan
kebijakan kerjasama kepada pelaku PNPM-MP.
"Kegiatan SPP ini sudah lama dibentuk, terhitung sejak telah
dilakukanntya MoU antara TP-PKK provinsi dengan PNPM provinsi tidak lama
ini. Ada sebanyak 156 kelompok SPP yang sudah berkembang dan di danai," ungkap Welfizar.Terkait dengan itu, Welfizar menambahkan pihaknya sudah memberikan sosialisasi dan pelatihan melalui Dana Operasional Kegiatan (DOK) kecamatan. Termasuk dalam melakukan koordinasi secara berjenjang dengan TP-PKK dalam melaksanakan kegiatan tersebut.
Sementara, Ketua TP-PKK Kabupaten Agam Ny. Vita Indra Catri menyampaikan, pihaknya juga sudah memberikan pelatihan bagi pengurus TP-PKK nagari dari sumber dana DOK PNPM-MP di berbagai kecamatan, terkait dalam penggunaan SPP.
Dengan begitu, Ny. Vita mengharapkan dengan program SPP ini dapat meningkatkan peran wanita dalam membantu kesejahteraan keluarga, dan berkembangnya aneka usaha keluarga sehingga para kader PKK dapat menjadi mitra dalam suksesnya PNPM ini.Ketua TP-PKK Kecamatan IV Koto Arni dalam eksposnya menyampaikan, di Kecamatan IV Koto terdapat sebanyak 7 nagari diantaranya memiliki 24 jorong, dengan melibatkan 7 pengurus.
Arni menjelaskan, berkat kerjasama antara PNPM-MP dan PKK sehingga dapat melakukan berbagai upaya dalam memberikan dana SPP terhadap masyarakat.
"Dari total dana Rp10 milyar yang disalurkan ke Kecamatan IV Koto, Rp1 miliar sudah dimanfaatkan oleh kelompok SPP binaan," ujarnya.
Selain itu, pihaknya juga memberikan reward kepada kelompok yang lancar dalam SPP itu.
Usai acara, Tim penilai yang berjumlah lima orang itu langsung meninjau ke kelompok SPP pengrajin sulaman "Bundo Sakato" Koto Gadang dan Koperasi Wanita di Jorong Kapalo Koto Nagari Koto Tuo. (IF/AMC)

