#
Headlines News :
Home » » Surat Terbuka Marchellinus Untuk Bupati Agam

Surat Terbuka Marchellinus Untuk Bupati Agam

Written By AGAM MEDIA CENTER on Tuesday, August 20, 2013 | 8/20/2013 08:42:00 AM

Mohon maaf karena baru sekarang ini saya bisa punya waktu yang diluangkan untuk menulis. Sepulang dari Singapura, kerjaan yang saya tinggal di Indonesia bertubi-tubi datang dan pergi, yang akhirnya membuat beberapa hutang kerjaan lainnya terpaksa ditunda dulu. Saya akan menulis laporan secara informal, supaya tidak terkesan kaku. Apabila ada kebutuhan untuk membuat suatu surat formal, mohon diinfo lebih lanjut.
World Street Food Congress 2013 yang diselenggarakan di Singapura melibatkan 5 pedagang dari Indonesia, yaitu Kerak Telor, Kue Pancong, Nasi Campur Manado, Sate Kuah, dan tentunya Nasi Kapau. Afdal Fitra sebagai wakil yang dipilih mewakili Kabupaten Agam, telah menjalankan amanatnya secara baik. Bahkan dengan segala kerendahan hatinya, dia mampu tampil dengan percaya diri di depan para peserta dan wartawan pada saat seminar berlangsung.

Secara penjualan, event ini boleh dibilang mendapatkan kegagalan, sama sekali tidak seperti yang kami bayangkan. Dalam akhir pekan pertama, tiga hari berturut-turut Singapura dilanda gelombang panas di siang hari dan hujan badai di malam harinya. Jadi praktis dalam start, kami terpukul oleh faktor cuaca.

Keramaian baru terbangun ketika hari ke-6 acara berlangsung, dan berangsur lebih ramai hingga akhir pekan penutupan. Secara nilai rupiah, panitia merugi cukup banyak. Tetapi secara liputan media dan kualitas acara, kami cukup berhasil.

Semangat dan ide yang ditunjukkan oleh Afdal ketika seminar berlangsung, boleh jadi akan membuat cerita lain di masa yang akan datang. Walau penjualan yang tidak seberapa, tetapi ada 2 orang penting yang mencoba masakannya. James Oseland, editor majalah Saveur, pernah tinggal selama 1 bulan penuh di Sumatera Barat, tampak sangat gembira dan memesan 2 porsi sekaligus, sebagai obat kangennya.

Pak William Wongso pun membawa Anthony Bourdain untuk mencoba sepotong rendang masakan Afdal. Tidak lama setelah itu, Pak William meminta testimoni dari Anthony soal rendangnya. "I've been tried many rendang from Malaysia, Singapore, or even Indonesia, but this is definetely the best rendang that I've ever had in my life," jawabnya.

Kalimat tersebut sampai membuat beberapa food blogger yang berasal dari Indonesia merasa haru, bahkan sampai ada yang melempar komentar, "kepingin nangis dengernya!"

Tidak berhenti sampai di situ, ternyata ada seorang pengusaha yang tertarik dengan ide Afdal tentang produksi rempah kemasan untuk rendang. Semoga gayung bersambut, saya dan Seetoh akan dengan senang hati untuk mengawal Afdal merealisasikan idenya.

Beberapa minggu lalu muncul berita bahwa Afdal mendapatkan penghargaan sebagai salah satu Food Masters of The World yang dinilai oleh dewan bentukan Makansutra. Dewan memutuskan hal ini karena Afdal dinilai dapat menjaga, melestarikan, dan tetap menyajikan resep yang telah berumur ratusan tahun. Silahkan diperdebatkan dengan berbagai argumen, tetapi paling tidak para Dewan telah membuat satu tonggak, yang memberikan suatu perhatian pada masakan rakyat. Yang menang adalah satu tradisi, bukan prestise atas nama gengsi. Nilai keaslian dan kelestarian di atas kemewahan.

Saya, atas nama panitia, mengucapkan banyak terima kasih untuk dukungan Bapak sebagai Bupati yang benar-benar memberikan kesempatan putera asli daerahnya untuk maju dan membuat karya. Tidak lupa terima kasih untuk Uda Nofrins sebagai teman yang hebat, mendukung segala sesuatu demi kemajuan Sumatera Barat.

Kami masih memiliki rencana untuk Afdal, salah satunya adalah memberdayakan dirinya di daerahnya sendiri. Saya memohon dukungan pemda untuk Afdal, membuka jalan untuknya supaya dia dapat membagi pengalaman, wawasan, dan pengetahuannya kepada para usahawan kuliner lainnya. Mari kita dorong Afdal supaya dia dapat menjadi motor penggerak untuk kemajuan kuliner Sumatera Barat.

Jangan lupa, di Singapura, Afdal telah menyelesaikan pelatihan tentang food hygiene, dan setiap hari ruang kerja (dapur) mereka selalu diawasi oleh petugas dari NEA (National Environment Agency), yang juga melakukan pengawasan ke semua gerai makanan di seluruh Singapura. Tidak sekalipun Afdal mendapatkan masalah, dan dengan senang hati saya pun dapat menyatakan kalau Afdal belajar banyak.

Saya sangat bangga bisa mengenal, bekerja sama, dan berkarya bersama bapak-bapak semua. Saya bangga pada Afdal, beserta 2 saudara saudarinya, yang tidak pernah mengeluh dan tetap berjuang. Saya bangga bisa membawa Sumatera Barat menjadi salah satu wakil dalam perhelatan ini. Semoga semuanya akan berlanjut, tidak hanya berhenti di sini.

Sekali lagi, terima kasih.

Marchellinus (EO World Street Food Congress 2013)

-----------------------------------------

 Rendang dan Nasi Kapau Dapat Pujian Chef Dunia


Indonesia dikenal sebagai gudangnya beragam kuliner kaki lima. Kita pun bisa menemukan berbagai jenis kuliner kaki lima yang mengusung kearifan lokal di setiap daerah.

Dalam World Street Food Congress (WSFC) 2013, di Singapura, pada awal Juni lalu, rendang dan nasi Kapau yang dimasak oleh Pak Afdal, asal Kabupaten Agam, Sumbar, mendapat pujian dari chef dunia Anthony Bourdain.

"This is the best rendang I've ever tasted in my life," kata Anthony kepada National Geographic.

Kegiatan yang berlangsung selama sepuluh hari diSingapura ini menghadirkan ratusan pembicara kelas dunia. Tak hanya itu. World Street Food Council juga memberikan penghargaan khusus bagi tokoh yang dianggap telah berjasa dalam menaikkan citra kuliner kaki lima. Dan, nama Iwan Tjandra keluar sebagai penerima penghargaan Street Food Enterpreneur of the Year.

Iwan Tjandra merupakan pemilik resto Eat and Eat dan sekaligus PT Marche International. Peran Iwan dalam mengangkat derajat kuliner kaki lima Indonesia rupanya menarik perhatian dunia. Konsep food market yang diusungnya sebagai solusi untuk memperkenalkan kuliner kaki lima ke masyarakat juga berhasil memenangkan penghargaan Best Street Food Eatery Concept.

Kuliner kaki lima Indonesia yang ikut diboyong ke World Street Food Congress adalah nasi kapau, kue pancong, kerang telor, sate kuah, soto tangkar, nasi campur Manado.
(mdk/des/AMC)

Share this post :
 
Support : Creating Website | Agam Media Center | Agam Media Center
Copyright © 2011. Agam Media Center - All Rights Reserved
Template Created by Agam Media Center Published by Agam Media Center
Proudly powered by Agam Media Center