#
Headlines News :
Home » » ORANG TUA SISWA SMPN 1 PALEMBAYAN SUDAH TRADISI MEMBAWA JAMBA

ORANG TUA SISWA SMPN 1 PALEMBAYAN SUDAH TRADISI MEMBAWA JAMBA

Written By AGAM MEDIA CENTER on Friday, June 10, 2011 | 6/10/2011 03:16:00 PM

AMC / Jum'at 10 Juni 2011 -Siswa yang lulus dari SMPN1 Palembayan setiap orang tua selalu membawa jamba berisi singgang ayam, memang sudah tradisi setiap diadakan perpisahan siswa yang lulus untuk melanjutkan ke tingkat pendidikan selanjutnya.

Kepala UPT Pendidikan Keca­matan Palembayan, AR Yutinov mengatakan, acara perpisahan sekolah merupakan keramaian yang menarik dan di beli masyarakat. Mereka hadir terutama untuk ikut serta dalam lelang singgang ayam dan juga menyak­sikan selingan pagelaran kesenian.

Tradisi ini bertujuan untuk mengembangkan tradisi adat yang ada di minangkabau serta sudah dijalani masyarakat minang selama bertahun-tahun, membawa jamba berisi singgang ayam oleh orangtua siswa untuk acara perpisa­han siswa masih eksis di Kecamatan Palem­bayan sampai saat ini, katanya.

Tradisi membawa jamba untuk perpisahan siswa di sekolah SMPN1 Palembayan memang menarik dan unik. Karena selama ini, tradisi membawa jamba dilakukan untuk upacara adat dan ritual budaya lainnya di dalam adat Minangkabau, tetapi ini ada di acara perpisahan siswa, ungkapnya.

Hal itu dibuktikan dalam perpisahan di SMPN 1 Palembayan, Selasa (7/6), dimana pada acara itu ratusan orangtua siswa membawa jamba atau bungkusan dan rantang berisi makanan ringan tradisional, nasi, dan singgang ayam.

Membawa jamba bukan saja orang tua siswa kelas tiga yang anaknya menamatkan pelajaran di sekolah itu, tetapi orangtua siswa kelas 1 dan 2 juga berantusias ikut serta tidak mau ketinggalan.

Menurut ketua perpisahan, Alvian, jamba bawaan orangtua tersebut dimakan bersama-sama dalam acara perpisahan, sehingga untuk urusan konsumsi panitia penyelenggara tidak perlu lagi memungut uang kepada siswa.

Dikatakan Alvian, orangtua kelas tiga sebanyak 86 orang semua memba­wa singgang ayam dalam jambanya. “Membawa singgang ayam bagi orang tua siswa yang anaknya lulus ujian merupakan tradisi bagi masya­rakat Palembayan sejak dulu,” kata Alvian menguraikan.

Singgang ayam itu, selain dimakan bersama sebagian dilelang. Uang hasil lelang digunakan untuk dana ope­rasional dan pembangunan sekolah. Yang membeli singgang ayam di antaranya masyarakat sekitarnya yang ramai hadir dalam acara perpisahan.

Pada acara perpisahan siswa menampilkan sejumlah pagelaran seni di antaranya tari khas Minang, yakni tari payuang diiringi musik tradisional, selain itu juga nyanyian diiringi orgen tunggal.

“Bagi masyarakat palembayan tradisi membawa jamba untuk perpisahan sekolah sudah berlang­sung lama. Hal itu dilakukan pada perpisahan sekolah tingkat SD sampai SMA yang digelar pasca ujian akhir,” kata Yutinov.

Membawa jamba bagi orang tua tidak memberatkan. Hal itu merupa­kan bentuk terima kasih kepada sekolah yang telah mendidik anak mereka dan juga sebagai partisipasi terhadap dunia pendidikan.

Acara perpisahan di SMPN 1 Palembayan itu dihadiri oleh Sekcam Palembayan Iskandar Wahidin, anggota komite sekolah, alumni dan guru dari sekolah lain yang dulunya bertugas di sekolah tersebut. Menurut Kepala SMPN 1 Pa­lem­­ba­yan Zulfi­mar, siswa yang ikut UN 2011 ber­jum­lah 86 orang, lulus semua de­ngan nilai cukup mem­uas­kan, pungkasnya mengakhiri.(Hen/Tim AMC)
Share this post :
 
Support : Creating Website | Agam Media Center | Agam Media Center
Copyright © 2011. Agam Media Center - All Rights Reserved
Template Created by Agam Media Center Published by Agam Media Center
Proudly powered by Agam Media Center