Kepala UPT Pendidikan Kecamatan Palembayan, AR Yutinov mengatakan, acara perpisahan sekolah merupakan keramaian yang menarik dan di beli masyarakat. Mereka hadir terutama untuk ikut serta dalam lelang singgang ayam dan juga menyaksikan selingan pagelaran kesenian.
Tradisi ini bertujuan untuk mengembangkan tradisi adat yang ada di minangkabau serta sudah dijalani masyarakat minang selama bertahun-tahun, membawa jamba berisi singgang ayam oleh orangtua siswa untuk acara perpisahan siswa masih eksis di Kecamatan Palembayan sampai saat ini, katanya.
Tradisi membawa jamba untuk perpisahan siswa di sekolah SMPN1 Palembayan memang menarik dan unik. Karena selama ini, tradisi membawa jamba dilakukan untuk upacara adat dan ritual budaya lainnya di dalam adat Minangkabau, tetapi ini ada di acara perpisahan siswa, ungkapnya.
Hal itu dibuktikan dalam perpisahan di SMPN 1 Palembayan, Selasa (7/6), dimana pada acara itu ratusan orangtua siswa membawa jamba atau bungkusan dan rantang berisi makanan ringan tradisional, nasi, dan singgang ayam.
Membawa jamba bukan saja orang tua siswa kelas tiga yang anaknya menamatkan pelajaran di sekolah itu, tetapi orangtua siswa kelas 1 dan 2 juga berantusias ikut serta tidak mau ketinggalan.
Menurut ketua perpisahan, Alvian, jamba bawaan orangtua tersebut dimakan bersama-sama dalam acara perpisahan, sehingga untuk urusan konsumsi panitia penyelenggara tidak perlu lagi memungut uang kepada siswa.
Dikatakan Alvian, orangtua kelas tiga sebanyak 86 orang semua membawa singgang ayam dalam jambanya. “Membawa singgang ayam bagi orang tua siswa yang anaknya lulus ujian merupakan tradisi bagi masyarakat Palembayan sejak dulu,” kata Alvian menguraikan.
Singgang ayam itu, selain dimakan bersama sebagian dilelang. Uang hasil lelang digunakan untuk dana operasional dan pembangunan sekolah. Yang membeli singgang ayam di antaranya masyarakat sekitarnya yang ramai hadir dalam acara perpisahan.
Pada acara perpisahan siswa menampilkan sejumlah pagelaran seni di antaranya tari khas Minang, yakni tari payuang diiringi musik tradisional, selain itu juga nyanyian diiringi orgen tunggal.
“Bagi masyarakat palembayan tradisi membawa jamba untuk perpisahan sekolah sudah berlangsung lama. Hal itu dilakukan pada perpisahan sekolah tingkat SD sampai SMA yang digelar pasca ujian akhir,” kata Yutinov.
Membawa jamba bagi orang tua tidak memberatkan. Hal itu merupakan bentuk terima kasih kepada sekolah yang telah mendidik anak mereka dan juga sebagai partisipasi terhadap dunia pendidikan.
Acara perpisahan di SMPN 1 Palembayan itu dihadiri oleh Sekcam Palembayan Iskandar Wahidin, anggota komite sekolah, alumni dan guru dari sekolah lain yang dulunya bertugas di sekolah tersebut. Menurut Kepala SMPN 1 Palembayan Zulfimar, siswa yang ikut UN 2011 berjumlah 86 orang, lulus semua dengan nilai cukup memuaskan, pungkasnya mengakhiri.(Hen/Tim AMC)
Tradisi membawa jamba untuk perpisahan siswa di sekolah SMPN1 Palembayan memang menarik dan unik. Karena selama ini, tradisi membawa jamba dilakukan untuk upacara adat dan ritual budaya lainnya di dalam adat Minangkabau, tetapi ini ada di acara perpisahan siswa, ungkapnya.
Hal itu dibuktikan dalam perpisahan di SMPN 1 Palembayan, Selasa (7/6), dimana pada acara itu ratusan orangtua siswa membawa jamba atau bungkusan dan rantang berisi makanan ringan tradisional, nasi, dan singgang ayam.
Membawa jamba bukan saja orang tua siswa kelas tiga yang anaknya menamatkan pelajaran di sekolah itu, tetapi orangtua siswa kelas 1 dan 2 juga berantusias ikut serta tidak mau ketinggalan.
Menurut ketua perpisahan, Alvian, jamba bawaan orangtua tersebut dimakan bersama-sama dalam acara perpisahan, sehingga untuk urusan konsumsi panitia penyelenggara tidak perlu lagi memungut uang kepada siswa.
Dikatakan Alvian, orangtua kelas tiga sebanyak 86 orang semua membawa singgang ayam dalam jambanya. “Membawa singgang ayam bagi orang tua siswa yang anaknya lulus ujian merupakan tradisi bagi masyarakat Palembayan sejak dulu,” kata Alvian menguraikan.
Singgang ayam itu, selain dimakan bersama sebagian dilelang. Uang hasil lelang digunakan untuk dana operasional dan pembangunan sekolah. Yang membeli singgang ayam di antaranya masyarakat sekitarnya yang ramai hadir dalam acara perpisahan.
Pada acara perpisahan siswa menampilkan sejumlah pagelaran seni di antaranya tari khas Minang, yakni tari payuang diiringi musik tradisional, selain itu juga nyanyian diiringi orgen tunggal.
“Bagi masyarakat palembayan tradisi membawa jamba untuk perpisahan sekolah sudah berlangsung lama. Hal itu dilakukan pada perpisahan sekolah tingkat SD sampai SMA yang digelar pasca ujian akhir,” kata Yutinov.
Membawa jamba bagi orang tua tidak memberatkan. Hal itu merupakan bentuk terima kasih kepada sekolah yang telah mendidik anak mereka dan juga sebagai partisipasi terhadap dunia pendidikan.
Acara perpisahan di SMPN 1 Palembayan itu dihadiri oleh Sekcam Palembayan Iskandar Wahidin, anggota komite sekolah, alumni dan guru dari sekolah lain yang dulunya bertugas di sekolah tersebut. Menurut Kepala SMPN 1 Palembayan Zulfimar, siswa yang ikut UN 2011 berjumlah 86 orang, lulus semua dengan nilai cukup memuaskan, pungkasnya mengakhiri.(Hen/Tim AMC)